BANDA ACEH — Masyarakat bisa menyaksikan proses penjurian sayembara himne Aceh sebagai wujud transparansi dalam acara presentasi (demo) yang dibuat di gedung utama DPR Aceh besok, Senin, 27 November 2017.
Berdasarkan siaran pers yang diterima portalsatu.com/, Minggu, 26 November, dijelaskan jika panitia telah menerima 82 karya dari masyarakat dalam sayembara ini.
Selasa, 21 November 2017 lalu, panitia hymne beserta dewan juri melahirkan kesepakatan rapat terkait persamaan persepsi tentang semangat hymne Aceh, menyangkut dengan kriteria hymne Aceh yang telah ditetapkan oleh panitia hymne Aceh sebelumnya, sehingga akan dilakukan penjurian secara terbuka untuk umum selama dua hari, sejak Senin 27-28 November 2017.
Penampilan demonstrasi oleh seluruh peserta yang mengirimkan karyanya, akan dilakukan di depan dewan juri yang yang terdiri dari Tgk Ibnoe Arhas, Teuku Indra Djohan, M Yaocob Thailah yang akan menilai orisinalitas Karya. Sementara Tgk Ameer Hamzah, Tgk Yahya Muad, dan Prof. Dr. Eka Sri Mulyani akan menilai karya peserta tentang nilai-nilai agama, filososfi, sosiologis, historis, politis, dan dinamika masyarakat Aceh.
Sedangkan penilaian tentang lirik akan dilakukan Prof Abdul Gani Asyek, Barlian AW dan Dr Bukhari Daud. Setiap karya yang telah dikirimkan juga akan dinilai tentang musik atau lagu serta instrumen, nada dan irama akan dinilai oleh Fahmi Aiyus, Mulyadi dan Erwinsyah, tentang estitika yang akan dinilai oleh Dr Mirza Irwansyah, M.Sc, Dr M Adli Abdullah, SH.MCL serta Dr Salmawati.
Steering Commite Abdullah Saleh dalam keterangannya mengatakan, dewan juri yang telah dibentuk oleh DPRA merupakan pribadi yang profesional di bidangnya masing masing, berpengalaman, serta merupakan hasil dari pengamatan dan masukan dari berbagai pihak sehingga terbentuknya Dewan Juri Sayembara Hymne Aceh.
Sementara dewan juri Sayembara Hymne Aceh, dipimpin oleh Dr Mirza Irwansyah sebagai ketua dan Dr M Adli Abdullah sebagai wakil ketua dan Erwinsyah sebagai sekretaris.
Panitia Sayembara Himne Aceh memberikan kewenangan yang besar kepada dewan juri untuk melakukan penilaian secara independen tanpa bisa dipengaruhi oleh siapa pun.
“Kita memberikan apresiasi kepada seluruh dewan juri yang memiliki komitmen yang sangat luar biasa untuk menyukseskan penyelenggaraan sayembara Hymne Aceh ini, dan kita sangat yakin dengan kompetensi dewan juri di masing -masing bidang ini, Insya Allah hasil sayembara ini akan sesuai dengan harapan kita semua,” kata Abdullah Saleh.
Abdullah Saleh juga memberi ucapan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengirimkan karyanya kepada Panitia Sayembara Himne Aceh.
“Ini juga di catat sebagai sebuah sejarah bagi kita, semua dalam upaya mewujudkan bahwa Aceh benar benar istimewa pasca MoU Helsinki,” katanya.[]



