BLANGKEJEREN – Seratusan lebih Penyuluh Pertanian di Kabupaten Gayo Lues belum pernah menerima Biaya Oprasional Penyuluh (BOP) tahun 2025. Sementara di kabupaten lain Provinsi Aceh sudah dicairkan oleh pemerintah daerahnya.
Salah seorang Penyuluh Pertanian Gayo Lues yang meminta namanya dirahasiakan, Kamis, 11 September 2025, mengatakan pada tahun sebelumnya, dana BOP untuk penyuluh pertanian rutin disalurkan untuk biaya oprasional Penyuluh Pertanian ke lapangan.
“Besaran dananya hanya Rp300 ribu lebih per orang, sedangkan jumlah Penyuluh Pertanian di Gayo Lues 100 lebih. Kami selaku penyuluh berharap agar agaran BOP ini segera dicairkan,” katanya melalui sambungan telepon WhatsApp.
Anggaran BOP itu sendiri, kata Penyuluh Pertanian itu, bersumber dari dana DAK Non-Fisik, dan harus menunggu di transfer pusat ke daerah baru bisa dicairkan. “Namun jika pihak terkait tidak mengurusnya, bagaimana mungkin anggaran tersebut bisa terealisasi”.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Gayo Lues, H. Sukri, S.E., M.M., melalui Kabid Perbendaharaan BPKK Ayatollah, S.E., M.M., mengatakan pada Agustus lalu sudah diurus berkas pencairan dana BOP tersebut oleh Dinas Pertanian. Namun, anggaran dari Pemerintah Pusat belum ditransfer ke Gayo Lues.
“Tunggu sebentar, ya, ini kami cek dulu ke bank apakah sudah masuk dana BOP itu atau belum,” katanya melalui telepon WhatsApp.
Tak berselang lama, Kabid Perbendaharaan BPKK mengatakan anggaran BOP tersebut akan masuk hari ini ke Kas Pemda Gayo Lues, dan bisa dicairkan dalam waktu dekat.
“Kepada pihak terkait yaitu Dinas Pertanian, kita berharap agar segera melengkapi berkas pencairannya karena anggaran BOP tahap satu masuk hari ini, sehingga dalam waktu dekat bisa disalurkan kepada Penyuluh Pertanian,” ujarnya.[]




