Personel militer Amerika Serikat (AS) jadi yang paling sibuk dalam penanganan wabah Virus Corona atau COVID-19. Besarnya jumlah kasus infeksi COVID-19 membuat Angkatan Darat AS (US Army) memanggil kembali para mantan anggotanya.

Seperti yang diketahui, AS adalah negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Total ada 558.620 kasus, yang menyebabkan kematian hingga mencapai 22.018 jiwa. Dalam kondisi darurat, US Army akhirnya memanggil kembali mantan anggotanya, dengan julukan “Tentara Seumur Hidup”.

Menurut laporan Military.com, ada 25.000 orang mantan anggota US Army yang kembali dipanggil untuk tenaga bantuan penanganan COVID-19. Akan tetapi, tak semua mantan anggota yang dipanggil. Melainkan, para mantan anggota yang memiliki spesialisasi, terutama di bidang kesehatan.

“Kami bangga dengan layanan yang mereka berikan dan mereka ingin terus melayani (masyarakat) di komunitas tersebut. Karena, upaya ini bukan untuk mengurangi dukungan masyarakat tetapi untuk meningkatkannya,” ujar Wakil Komando Sumber Daya Manusia US Army, Brigjen Twanda Young.

US Army saat ini tengah melakukan proses penyaringan bagi para mantan anggotanya yang akan kembali bertugas. Selain menyeleksi spesialisasi para mantan anggota, US Army juga akan menentukan di mana para mantan anggota ini akan bertugas nantinya.

“Upaya ini tampaknya sangat sederhana. Tentara sukarelawan kami bawa kembali pada tugas aktif. Tetapi, itu membutugkan tim profesional khusus. Dimana pengetahuan itu diiliki oleh Direktorar Manajemen Personel Cadangan (US Army),” ucap Young melanjutkan.

“Kami memahami urgensi ini. Sehingga, kami bekerja beberapa shift untuk menyaring sukarelawan, dan untuk mendapatkan mereka sesuai kebutuhan,” katanya.[]Sumber:viva