Semua orang bekerja keras karena ingin mendapatkan rezeki yang melimpah seperti uang dan harta untuk mencukupi kebutuhannya. Namun terkadang, walaupun sudah bekerjakeras siang dan malam bahkan sampai pagi, kita masih sering sekali merasa belum cukup.
Sebenarnya kita harus tetap bersyukur atas apa pun yang diberikan Allah kepada kita karena Allah telah menjanjikan bahwa setiap orang yang bersyukur pasti akan ditambah nikmatnya. Di sela bekerja keras manusia wajib bersyukur atas nikmat Allah.
Rasa syukur tidak hanya diungkapkan melalui ibadah saja, namun juga melalui perasaan dan perilaku kita. Bekerja keras dengan ikhlas tanpa membanding-bandingkan harta dengan orang lain juga merupakan bentuk syukur.
Kita harus selalu ingat bahwa rezeki tidak hanya berupa harta, keluarga yang rukun, anak shaleh shalehah, teman-teman yang baik, kesehatan dan sebagainya adalah bentuk rezeki yang Allah berikan kepada kita.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahmi: 7)
KH Maimun Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang dalam berbagai kesempatan memberikan pesan kepada para santrinya, salah satu cara agar hidup mereka diberi kemudahan, keberkahan dan dilapangkan rezekinya.
Kiai Maimun mengingatkan kepada para santrinya agar tidak lupa membaca surat Al-Ikhlas setiap masuk rumah walaupun hanya sekali.
“Besok jika sudah berumah tangga, setiap masuk rumah jangan lupa membaca surat Al-Ikhlas walaupun hanya sekali,” katanya dalam Instagram Ala NU.
Ternyata pesan beliau ini bukan sembarang nasehat karena hal itu telah disabdakan oleh junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Saw., Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad SAW. Dan ia mengadukan kefakiran yang menimpanya. Lalu beliau bersabda: 'Apabila kamu masuk ke rumahmu, ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Dan jika tidak ada orang di dalamnya, ucapkan salam untuk dirimu, dan bacalah Qul Huwallaahu Ahad satu kali.' Lalu laki-laki tersebut melakukannya. Maka Allah melimpahruahkan rezeki orang tersebut, sehingga mengalir kepada tetanga-tetangganya.”
Dinamakan surat Al-Ikhlas, karena surat ini bisa menyelamatkan orang yang membacanya dari berbagai kesulitan. Mulai dari kesulitan dunia akhirat, sakaratul maut, kegelapan malam hingga hari kiamat.
Surat ini memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah dan Dia menjanjikan pahala yang besar bagi setiap orang yang membacanya. Karena itu, kita sangat dianjurkan untuk membaca surah ini, terutama dalam tiga waktu berikut yang telah Okezone rangkum dari berbagai sumber, Kamis (25/07/2019).
1. Pagi dan sore
Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. kemudian beliau bersabda, “katakanlah“. hingga aku berkata, “wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) qul huwallahu ahad dan qul a’udzu birabbinnaas dan qul a’udzu birabbil falaq ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Aaud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
2. Sebelum tidur
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)
3. Ketika salat witir tiga rakaat
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada rakaat pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227).[]Sumber:okezone






