LHOKSEUMAWE – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bekerja sama dengan Universitas Malikussaleh sedang melakukan perekrutan calon tenaga kerja Operator Development Program (ODP) untuk pabrik NPK-PIM. Namun, tahapan seleksi psikotes tertunda akibat pandemi Covid-19.

Direktur SDM dan Umum PT PIM, Usni Syafrizal, mengatakan perusahaan membutuhkan sebanyak 50 tenaga kerja untuk pabrik NPK. Tahap perekrutan calon tenaga kerja ODP yang dilakukan pihak Universitas Malikussaleh (Unimal) sudah berjalan sejak Februari 2020.

“Pendaftaran secara online. Jumlah pendaftar mencapai 2.872 orang. Hasil seleksi persyaratan administrasi, lulus 1.557 orang. Kemudian dilakukan tes potensi akademik pada 7-8 Maret 2020 diikuti 1.468 orang, hasilnya yang lulus 280 orang,” ujar Usni Syafrizal menjawab wartawan saat konferensi pers di kantor perusahaan itu di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, 2 Juli 2020.

Konferensi pers itu dihadiri Direktur Utama PT PIM, Husni Achmad Zaki, Direktur Produksi Teknik dan Pengembangan, Pranowo Tri Nusantoro, Direktur Komersial, Rochan Syamsul Hadi, dan Manajer Humas, Nasrun.

Usni Syafrizal menambahkan, 280 peserta lulus tes potensi akademik berhak mengikuti tahapan selanjutnya yakni tes psikologi yang seharusnya sudah berjalan satu bulan lalu. “Tetapi karena covid, belum bisa dilaksanakan, sehingga tertunda. Pihak Unimal dan PIM sedang berkoordinasi dengan Tim Covid-19 Aceh Utara agar diizinkan melakukan tes psikologi ini”.

“Nanti setelah selesai tes psikologi ada tahapan wawancara. Setelah itu tes kesehatan, termasuk bebas narkoba. Setelah tes kesehatan selesai, baru kita trainingkan,” tutur Usni Syafrizal.

Usni Syafrizal menyebut kebutuhan tenaga kerja untuk pabrik NPK sementara ini 50 orang. “Tetapi di pabrik amonia dan urea sudah banyak (karyawan) yang pensiun. Saya nanti juga mempelajari, kira-kira kalau memungkinkan pensiunan-pensiunan ini akan saya gantikan. Sehingga bisa jadi lebih dari 50 orang (kebutuhan tenaga kerja baru)”. 

“Tergantung nanti yang pensiun seperti apa saya pelajari dulu. Mumpung ini ada rekrutmen, yang bagus-bagus saya ambil, sebagian saya tempatkan di pabrik amonia, sebagian di pabrik NPK. Tergantung berapa orang di pabrik amonia yang pensiun setelah kita pelajari nanti,” ujar Usni Syafrizal. 

Usni Syafrizal menegaskan perekrutan tenaga kerja PT PIM tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi. “Saya jamin 100 persen tidak ada yang sembunyi-sembunyi atau diam-diam, karena (perekrutan) kita kerja sama dengan institusi pendidikan yang ada di Aceh,” pungkasnya.[](*)