LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1444 Hijriah, serta zikir dan doa bersama untuk para syuhada yang menjadi korban Tsunami Aceh tahun 2004, di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Senin, 26 Desember 2022.

Ramai masyarakat datang ke Masjid Agung Baiturrahim itu sejak pukul 04.30 WIB untuk salat Subuh berjemaah. Usai Subuh, Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim, Tgk. Jamaluddin Ismail akrab disapa Walidi, memimpin zikir dan doa bersama untuk korban Tsunami.

Turut hadir Pj. Bupati Aceh Utara, Azwardi, Ketua MPU Aceh Utara, Abu Manan, Ketua MAA dan unsur Forkopimda lainnya, mantan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, dan mantan Wakil Bupati Fauzi Yusuf.

Pj. Bupati Azwardi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengucapkan terima kasih kepada guru kita bersama, Tgk. Jamaluddin Ismail (Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon), yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memimpin zikir bersama dalam acara besar ini,” kata Azwardi.

“Mudah-mudahan melalui peringatan maulid tahun ini kita semua bisa meraih keberkahan dan mengevaluasi diri, seraya mempertebal ubudiyah kepada Allah SWT. Juga jangan pernah lupa agar kita terus mengharapkan datangnya syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya nanti di yaumil akhir, tetapi juga mendapat keberkahan dalam menjalani hidup di dunia,” tambah Pj. Bupati.

Azwardi menambahkan, sebagai realisasi pembangunan mental spritual, Pemkab Aceh Utara juga telah melakukan pembangunan di bidang keagamaan. Pemerintah telah membuktikan baik pembangunan infrastruktur maupun batiniah antara lain dengan terus mendukung pembangunan masjid baru serta merenovasi masjid-masjid yang membutuhkan perbaikan. Sementara di bidang spritual dengan pengangkatan dan pemberian insentif
kepada para imum masjid.

Menurut Azwardi, pembangunan tidak akan terlaksana dengan baik kalau
tidak didukung masyarakat dan semua pihak. Oleh karena itu, dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pihaknya mengajak semua pihak untuk bergandeng tangan, bahu membahu dalam membangun Aceh Utara baik dalam memelihara, menjalankan atau membenahi, terutama menerapkan nuansa islami dalam aktivitas sehari-hari.

“Maulid telah menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, lebih-lebih lagi bagi kita di Aceh. Memperingati maulid dalam masyarakat kita sudah sangat kental sebagai tradisi religius. Artinya, kegiatan maulid tidak bisa lagi dipisahkan dengan kehidupan masyarakat. Bahkan sudah menjadi sebuah tradisi wajib. Tradisi maulid ini juga merupakan salah satu bentuk zikir di Aceh khususnya Aceh Utara,” ujar Azwardi.

Azwardi berharap zikir yang dilakukan secara berjemaah ini hendaknya bisa menjadi doa dan memohon kepada Allah SWT agar senantiasa menjauhkan segala maksiat, mara bahaya dan bencana seperti banjir, bahkan tsunami, yang mungkin terjadi akibat dari dosa-dosa yang dilakukan umat manusia.[]