SIGLI – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Pidie mengelola 29 paket diduga hasil usulan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRK Pidie tahun anggaran 2020. Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menangani 13 paket yang saat ini sedang dikerjakan.

Untuk 29 paket proyek di Perkim dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,335 miliar. Dari angka tersebut proyek rumah layak huni dan pembangunan pagar serta rehab rumah ibadah mendominasi.

Sedangkan PUPR dari 13 paket paket dengan total anggaran Rp1,65 miliar. Programnya lebih menonjol pembangunan jalan dan saluran di sejumlah lokasi.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pidie, Muhammad Adam saat dikonfirmasi tentang sejumlah proyek sesuai daftar diduga pokir dewan mengatakan dalam program tidak disebutkan proyek itu pokir dewan.

“Kami tidak bisa menjawab itu pokir atau bukan, karena proyek bersumber dari APBK yang ditempatkan pada dinas ini,” jelas Muhammad Adam.

Soal data berupa daftar proyek yang dihimpun portalsatu.com/, Adam mengarahkan untuk konfirmasi dengan Kabid Bina Program sehingga dapat dicocokkan secara mendetail. 

Kabid Bina Program Perkim Edwar ketika dikonfirmasi, Senin, 21 Desember 2020, mengakui ada paket seperti tertera dalam daftar tersebut. Saat ini kegiatan itu hampir selesai dikerjakan.

Sementara Kadis PUPR Samsul Bahri saat ditemui beberapa waktu lalu sedang tidak ada di kantornya. Menurut keterangan stafnya, kadis itu sedang berada di luar.

Kabid Bina Program PUPR, Teuku Makhriza dikonfirmasi portalsatu.com/ membenarkan ada anggaran Rp 1,65 M untuk 13 paket sesuai daftar itu.

“Ada dan sesuai dengan daftar sama kami. Saat ini pun hampir selesai dikerjakan,” ujar Makhriza.

Berikut rincian 29 paket proyek yang diduga pokir dewan di Dinas Perkim dengan total anggaran Rp 1,335 M:

Peningkatan Drainase Lingkungan Perumnas Kuta Beude, Kota Sigli, Rp 90 juta. Pemasangan Platfond Mushalla Almuttaqin Dusun Cot Puuk, Lutueng Kecamatan Mane, Rp 20 juta. Pembangunan Pagar Masjid Babussalam, Kemukiman Pande Kecamatan Batee, Rp 100 juta.

Pembangunan Rumah Bilal, Masjid Raya Labui Kecamatan Pidie, Rp 80 juta. Pembangunan Sumur Bor dan Perpipaan pada Daya Ziaul Yaqim Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Rp 170 juta. Pembangunan Pagar Meunasah Gampong Pulo Ie, Kecamatan Tangse, (Lanjutan), Rp 75 juta.

Selanjutnya ada Proyek Rehabilitasi Rumah Tdak Layak Huni atas nama Jamaluddin, Gampong Pulo Ie, Kecamatan Tangse, Rp 20 juta. Pembangunan Pagar Meunasah Dusun Cot Weng, Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Rp 100 juta. Pembangunan Pagar Masjid Istiqamah Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Rp 150 juta.

Pembangunan Pagar Masjid Baiturrahman, Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Rp 150 juta. Pembangunan Kubah Masjid Babussalam, Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Rp 100 juta. Pembangunan Rumah Layak Huni atas nama Nasruddin, Gampong Ingin Jaya, Kecamatan Muara Tiga, Rp 80 juta.

Berikutnya ada Pembangunan Rumah Layah Huni, atas nama Jailani, Gampong Luen Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Rp 80 juta. Pembangunan Rumah Layak Huni atas nama, Safrizal, Gampong Glumpang, Kecamatan Kembang Tanjong, Rp 80 juta. Pembangunan MCK Gampong Sukon, Kecamatan Simpang Tiga, Rp 60 juta. 

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni atas nama, Putri Rizkia, Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Rp 20 juta. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, atas nama, Cut Kemala Wati, Gampong Lampoh Awe, Kecamatan Simpang Tiga, Rp 20 juta. Pembangunan Drainase Kawasan Pasar Simpang Tiga, Rp 200 juta.

Kemudian, kembali ada Pembangunan Rumah Layak Huni, atas nama, Lindawati, Gampong Ukee, Kecamatan Glumpang Baro, Rp 80 juta. Pembangunan Pagar Masjid Bukit Tursina, Kecamatan Tiro, Rp 150 juta. Pembangunan Meunasah Blang, Gampong Lhoek Igeuh, Kecamatan Tiro, (lanjutan), Rp 100 juta. Pembangunan Tempat Wudhuk dan MCK, Gampong Mancang, Kecamatan Tiro, Rp 100 juta. Rehabiltasi Rumah Tidak Layak Huni, atas nama Mustafa Kamal, Gampong Mancang, Kecamatan Pidie, Rp 25 juta.

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, atas nama Nyak Miek Puteh, Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Rp 25 juta. Pembangunan Talud Penahan Tanah Masjid Bara Alumminannar, Gampong Beureueh, Kecamatan Mutiara, Rp 70 juta. Pembangunan Pagar Masjid Tungkop, Kecamatan Batee, Rp 25 juta dan Pembangunan Rumah Layak Huni, atas nama, Hasanusi, Kecamatan Batee, Rp 80 juta.

Pembangunan Pintu Gerbang Masjid Istiqamah, Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, (lanjutan), Rp 180 juta. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, atas nama Anwar Yusuf, Gampong Tijue, Kecamatan Pidie, Rp 20 juta.

Adapun 13 paket diduga pokir dewan yang dutempatkan pada PUPR total anggaran Rp 1,65 M, terdiri dari, Normalisasi Saluran Pembuang Bucue, Kemukiman Pinueng, Kecamatan Peukan Baro, Rp 80 juta. Pembangunan jalan Ujoeng Cue Bale, Gampong Kumbang Kupula, Kecamatan Glumpang Tiga, Rp 100 juta. Pembangunan Box Culver, Gle Cuerih, Jalan Aree – Reubee, Kecamatan Delima, Rp 100 juta.

Selanjutnya ada Normalisasi Saluran Lueng Baro, Kecamatan Glumpang Baro – Kembang Tanjong, Rp 130 juta. Pembangunan Saluran Lorong Aqua, Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli ( tahap-3), Rp 100 juta. Peningkatan Jalan, Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Rp 150 juta. Penguatan Tebing Krueng Kubu, Gampong Batee, Kecamatan Muara Tiga, Rp 80 juta.

Pembangunan Jalan Lampoh Sikoen, Gampong Sagoe, Kecamatan Muara Tiga, Rp 50 juta. Normalisasi Saluran Pembuang, Bambi, Gampong Masjid Runtoh, Kecamatan Pidie, Rp 100 juta. Perencanaan Jembatan Pula Blang, Kecamatan Simpang Tiga, Rp 80 juta. Peningkatan Saluran Skunder, Gampong Lamkuta, Kecamatan Pidie, Rp 105 juta. 

Selanjutnya ada Proyek Peningkatan Saluran Irigasi. Gampong Cot Teungoh, Kecamatan Pidie, Rp 60 juta dan Pembangunan Jalan Rabat Beton, Pinueng – Gampong Sumboe Buga, Kecamatan Peukan Baro, Rp 100 juta.[]