ANKARA – Berbagai cara dilakukan pemerintah Turki untuk meningkatkan minat baca masyarakat terutama generasi mudanya serta membuat supaya mereka betah berlama-lama di perpustakaan.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berencana untuk membuat perpustakaan tetap terbuka sepanjang waktu, terutama bagi siswa. Perpustakaan ini akan menyediakan teh dan kopi gratis untuk para pengunjung.

Perpustakaan umum di 30 kota besar juga akan menambah fungsi baru sebagai tempat untuk memberi tahu publik tentang masalah sosial. Para ahli akan memberikan seminar dan mendidik warga tentang berbagai hal, mulai dari cara memerangi obesitas hingga kesadaran tentang kanker.

Turki merupakan salah satu negara dengan perpustakaan umum paling sedikit bila dibandingkan dengan penduduknya, meskipun perpustakaan sudah mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Hanya sedikit perpustakaan yang menawarkan layanan 24 jam, seperti Perpustakaan Universitas Istanbul, sementara beberapa lainnya seperti Pusat Perpustakaan Studi Islam Diyanet di Islamic Studies, tetap buka sampai jam 23:00.

Negara ini telah lama berusaha meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat meskipun ada kenaikan penjualan buku. Saat kampanye Pemilu awal tahun ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan memperkenalkan apa yang dia sebut k?raathanes publik (bahasa Turki untuk rumah baca.

Awalnya, kiraathanes dimuncul di akhir masa Kekaisaran Ottoman sebagai tempat bagi para intelektual. Kiraathanes berpindah ke kedai teh tempat warga minum teh dan menonton TV.

“Kami akan membangun kirathanes nasional. … Tempat-tempat ini akan dipenuhi dengan buku-buku, dan akan ada kue, teh dan kopi,” Erdogan berjanji dalam sebuah pidato kampanye.

Erdogan mengatakan orang-orang muda dan tua sama-sama pergi ke sana untuk membaca buku, koran, majalah dan menikmati makanan gratis dan tempat-tempat ini akan dibuka 24 jam sehari.[]Sumber: turkinesia dari Daily Sabah