LHOKSEUMAWE – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe, Sayuti Achmad bersama timnya bersilaturahmi dengan Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., Rabu, 25 Juni 2025. Pertemuan dua Sayuti di ruang kerja wali kota itu berlangsung hangat, produktif, dan menunjukkan semangat kolaboratif.
Kedua pihak disebut sepakat untuk saling mendukung dalam upaya membangun Kota Lhokseumawe, sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. Sinergi antara pers dan pemerintah bukan sekadar relasi seremonial, melainkan bagian dari ekosistem demokrasi lokal yang sehat.
Sayuti Achmad menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka Wali Kota Sayuti Abubakar dalam menerima PWI sebagai mitra strategis.
PWI menyatakan siap memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat, sekaligus menjalankan peran kontrol sosial secara proporsional.
“Kami menyambut baik keterbukaan ini. Bagi kami, pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi bagian dari pilar demokrasi yang turut mengawasi dan mengarahkan arah pembangunan agar tetap berada dalam koridor publik,” ujar Sayuti Achmad.
Sementara itu, Wali Kota Sayuti Abubakar menyatakan pemerintah sangat membutuhkan media yang sehat dan profesional. Baginya, media bukan sekadar sarana informasi, melainkan partner kritis yang mendorong perbaikan kualitas kebijakan.
“Analogi saya sederhana, tidak ada kebijakan yang bisa memuaskan semua pihak. Setiap keputusan pasti memiliki sisi kurang. Maka di situlah pentingnya kritik konstruktif, sebagai bagian dari evaluasi yang berkelanjutan,” ujar Wali Kota Sayuti.
Wali Kota Sayuti juga menyampaikan realitas birokrasi sering kali memunculkan ruang-ruang bias informasi “enak di telinga”. Dalam kondisi demikian, kata dia, wartawan yang meliput langsung di lapangan dapat memberi perspektif yang lebih jujur dan faktual.
“Sebagai kepala daerah, tentu saya menerima laporan dari bawahan. Tapi, saya sadar, laporan itu sering disusun dengan narasi yang ‘nyaman didengar’,” ungkap Wali Kota Sayuti.
Sedangkan wartawan, lanjut Wali Kota Sayuti, melihat langsung dan berbicara dengan masyarakat. “Maka, masukan dari media sangat kami butuhkan”.
Wali Kota Sayuti juga menegaskan Pemko Lhokseumawe terbuka terhadap kritik yang berbasis data dan niat baik. Menurutnya, kritik adalah bagian dari ruang demokrasi, yang semestinya tidak dihindari, melainkan dikelola secara bijak.
PWI Lhokseumawe menilai pertemuan antara dua Sayuti ini menjadi simbol penting bagi penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan komunitas pers.
“Dalam konteks tata kelola kota, kolaborasi antara eksekutif dan media bukanlah formalitas belaka, melainkan kebutuhan strategis agar pembangunan berjalan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel”.[]





