LHOKSUKON – Dinas Kesehatan Aceh Utara menyampaikan pentingnya remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara rutin untuk mencegah anemia, salah satu penyebab stunting.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes., menjelaskan anemia merupakan masalah kesehatan yang umum ditemukan pada remaja putri. Anemia ialah keadaan di mana tubuh mengalami kekurangan kadar sel darah merah, sehingga menyebabkan penurunan kemampuan darah membawa oksigen.
“Anemia pada remaja putri akan berpengaruh terhadap kesiapan dalam masa kehamilan, dan juga berhubungan dengan status gizi atau pertumbuhan dari remaja tersebut,” kata Jalaluddin, Selasa, 24 Juni 2025.
Dengan demikian, remaja putri yang anemia berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak maksimal, sehingga berisiko menjadi ibu yang pendek. “Ibu yang pendek akan berisiko melahirkan anak yang stunting”.
Mengutip buku Stunting-pedia: Apa yang Perlu Diketahui tentang Stunting, pencegahan anemia pada remaja putri merupakah hal penting. Tidak hanya karena remaja putri akan mengalami kehamilan dan melahirkan, tetapi juga karena kebutuhan zat besi yang lebih besar akibat menstruasi setiap bulan, serta asupan makan yang tidak adekuat karena citra diri (body image).
“Body image bagi remaja, khususnya remaja putri, merupakan hal yang penting karena pada masa remaja seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis”.
Oleh karena itu, memberikan pengertian kepada remaja terkait citra tubuh yang benar dan kebutuhan asupan gizi merupakan hal penting untuk mempersiapkan status gizi yang baik.
Kebutuhan zat besi remaja putri lebih tinggi dibanding dengan remaja laki-laki. Sehingga dibutuhkan zat besi tambahan untuk mengganti zat besi yang hilang pada saat menstruasi.
Remaja putri dapat dikatakan anemia ringan jika level hemoglobin 11- 11,9 g/dl, anemia sedang 8-10,9 g/dl, dan anemia berat <8 g/dl. Namun, gejala anemia umum dapat ditandai dengan kadar hemoglobin <7-8 g/dl. Selain itu, badan akan terasa lemah, telinga mendenging, mata berkunang-kunang, cepat lelah, dan lesu.
Jalaluddin menambahkan anemia juga dapat terjadi karena rendahnya asupan zat besi dan zat gizi lainnya seperti vitamin A,C, B9, B2, dan B12 yang banyak terdapat pada sayuran hijau.
Kurangnya pengetahuan juga dapat menjadi penyebab anemia seperti adanya kesalahan dalam konsumsi zat besi misalnya konsumsi zat besi bersamaan dengan kopi dan teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi karena mengandung polifenol dan fitat.
Mengacu pada tabel AKG (2019) adapun kebutuhan energi remaja putri yaitu sebesar 2260 kkal dan pemenuhan protein sebesar 10-15% dari energi. Protein juga merupakan salah satu sumber zat besi seperti daging, hati, dan kacang-kacangan.
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi dibutuhkan vitamin C, di mana kebutuhan harian vitamin C adalah 75 mcg. Untuk menghindari kejadian anemia, remaja putri sebaiknya mengonsumsi zat besi sebanyak 26 mg/hari.
Berikut cara untuk mencegah anemia, antara lain:
— Konsumsi makanan bergizi seimbang dan kaya akan zat besi;
— Minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara teratur yaitu 1 kali seminggu;
— Konsumsi buah dan sayur sumber vitamin C, A, dan E seperti buah jeruk, jambu, sayur bayam, dan lain sebagainya;
— Rutin melakukan aktivitas fisik.[](*)








