Disarikan oleh Taufik Sentana*

Setiap kewajiban yang Allah SWT tetapkan akan dibalas dengan ganjaran yang lebih baik. Itu merupakan bentuk RahimNya. Selain beroleh pahala, menunaikan kewajiban dan ketataan menjadi sarana untuk taqarrub kepada Allah SWT. Namun, bagi mereka yang ingin mencapai mahabbatillah dan ridhaNya, tentu tidak cukup hanya dengan amalan wajib.perlu amalan amalan Sunnah, atau nawafilah.

Imam An-Nawawi dalam Syarahnya sendiri tentang Hadis Arbain pada bab sarana menuju Allah, menyampaikan perumpaan tentang amalan wajib dan Sunnah tersebut. Yaitu seperti dua orang pembantu/pelayan yang diperintahkan oleh sang majikan. Keduanya diperintahkan untuk membeli bebuahan untuk majikan.

Pembantu pertama membeli bebuahan tersebut sesuai yang diminta, dengan beragam jenis dan rasa lalu membungkus sekadarnya untuk diberikan kepada sang tuan. Adapun pembantu yang kedua, ia memilih bebuahan yang sesegar mungkin dengan jenis dan rasa yang berbeda. Ia tidak hanya membungkusnya dengan bungkusan terbaik,namun juga menambahkan wewangian dalam  paket bingkisan bebuahannya. Barulah ia menyajikannya pada sang tuan.

Tentu sang tuan akan lebih respek dan menghargai atas apa yang dikerjakan oleh pembantu yang kedua. Sikap si pembantu itu akan mendorong rasa sayang sang tuan kepadanya.

Perumpaan di atas disampaikan kembali oleh Ust. Surianto Sudirman, LC.MA dalam  kajian Hadis Arbaiin  malam sabtu di masjid An Nur, Rundeng, Meulaboh, Aceh Barat, 2 Oktober 2020 kemarin. Beliau juga dikenal sebagai Dosen Hadis di STAIN Tgk Dirundeng dan pembina Ikatan Dai Indonesia Kab. Aceh Barat.[]

*Peminat kajian sosial dan dakwah.