BANDA ACEH – Sebuah perusahaan yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, Metito Tbk akan menjajaki program penanganan masalah air bersih di Aceh. Mereka juga akan melakukan kerjasama dengan sejumlah Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di Kabupaten/kota Aceh.
Peluang kerjasama tersebut terbuka setelah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irwansyah mengajak perusahaan tersebut membantu penanganan air bersih di Aceh. “Karena selama ini, masalah air bersih untuk warga selalu terkendala terutama di wilayah pesisir,” kata Irwansyah, Minggu, 25 Februari 2018.
Menurut Irwansyah pertemuan antara PT Meitito Indonesia bersama para Direktur PDAM dan Bupati/Wali Kota dilakukan pada Senin 26 Februari 2018. “Pertemuan telah diatur dan direncanakan Gubernur akan hadir,” ujar mantan Ketua Umum Partai Nasional Aceh (PNA) itu.
Dari pihak Meitito hadir langsung Direktur Keuangan, Joniwel dan Direktur Operasi, Dadi Waluyo. Mereka nantinya akan melakukan pembicaraan dan melakukan survei terhadap kendala air minum di Aceh selama ini. Sebelumnya, Irwansyah dan sejumlah Direktur PDAM di Aceh telah bertemu dengan pihak Meitito pada 12 Januari dan 14 Januari 2018 di Banda Aceh.
Irwansyah mengatakan, pertemuan dengan Meitito nantinya akan membahas sejumlah sistem kerjasama dan tidak memberatkan salah satu pihak. Pihak Meitito merencanakan akan mengeluarkan modal besar untuk membantu infrastruktur air bersih, seperti yang pernah dilakukan di sejumlah daerah lainnya di Indonesia.
Kepada pihak Meitito, Irwansyah sudah pernah menekankan bahwa kerjasama yang dibangun dengan investasi modal jangan sampai memberatkan pelanggan dan pemerintah. Artinya, jangan sampai kemudian air bersih menjadi mahal. Sementara pengembalian modal dapat dilakukan sampai sepuluh tahun kemudian saat warga benar-benar menikmati air bersih dengan baik. “Ini direspon baik oleh mereka, makanya Meitito datang kemari sebagai bentuk komitmen. Saya juga menjaga komitmen ini.”
Irwansyah menambahkan, sejauh ini PT Meitito telah sepakat untuk membantu. Mereka nantinya akan turun ke Aceh untuk melakukan survei dan hal-hal lain yang dianggap perlu dalam membangun infrastruktur untuk mengatasi masalah air bersih.
Dalam pertemuan pada 26 Februari 2018, seluruh kabupaten/kota diundang untuk mempresentasikan kendala selama ini dalam pengelolaan air bersih untuk warga. “Semoga nantinya masalah ini dapat teratasi dengan baik,” kata Irwansyah.
Dia menegaskan, mengatasi masalah air bersih menjadi komitmennya sebagai wakil rakyat. Usaha mengundang investor terus dijajakinya, salah satunya mengajak PT Meitito untuk membantu dan disambut baik perusahaan tersebut. “Ikut membantu masyarakat dan pemerintah untuk mencari solusi,” kata Irwansyah.[]



