IDI RAYEK – Minamas Plantation Group bekerja sama dengan para stakeholder membangun kebun plasma sawit di Aceh Timur dengan melibatkan masyarakat setempat.

Presiden Direktur Minamas Plantation Group, Haryanto Tedjawidjaja, 24 Januari 2018, mengatakan, kebun plasma dibangun di lahan sekitar 720 hektare di Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak. Pembangunan kebun plasma ini, kata dia, dilakukan oleh anak perusahaan, PT Padang Palma Permai (PPP) yang sudah memiliki kebun inti di sebelah plasma sawit ini.

Pembangunan kebun plasma tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebagai penyedia lahan dan pemberi izin usaha. Selain itu, melibatkan masyarakat sekitar yang sudah membuat badan usaha bernama Koperasi Unit Desa (KUD) Pentagon dan ikut mengelola sepenuhnya hasil kebun ini kelak. “Hal ini sesuai dengan komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi terbaik dan kesejahteraan yang nyata kepada masyarakat di sekitar perusahaan,” kata Haryanto.

Haryanto berharap, hasil kerja sama ini bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat agar menerapkan sistem sustainable agriculture practice sehingga dapat menjaga kelestarian kebun sawit. Ini diperlukan untuk menjawab tantangan global yang masih meragukan bisnis di sektor ini.

Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul bin Syamaun mengimbau perusahaan sawit agar menerapkan prinsip pengelolaan berkelanjutan sampai dengan hilir, dan harus mengikuti aturan sesuai undang-undang berlaku. Perusahaan harus mengikuti kebijakan agar koorporasi yang bergerak di bidang sawit diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan masyarakat sekitar.

Syahrul berharap, penanaman perdana plasma ini menjadi langkah awal untuk kemajuan pembangunan daerah yang disumbangkan oleh industri sawit. “Program yang diinisiasi oleh PT PPP diharapkan akan menginspirasi perusahaan lainnya untuk melakukan program serupa,” ujarnya.

Minamas Plantation Group adalah perusahaan bergerak di sektor hulu-hilir industri sawit. Saat ini, Minamas memiliki sebanyak 69 kebun dan 23 pabrik di berbagai daerah seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Adapun luas lahan sawit yang dimiliki Minamas di Tanah Air sekitar 201.882 hektare dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.000 orang.[] Sumber: bisnis.com