“KITA berharap Pemerintah Aceh memberikan perhatian serius untuk membangun museum atau meuligoe Kesultanan Aceh khusus. Tujuannya adalah untuk menghargai dan membangkitkan kembali nilai sejarah kesultanan Aceh”.

Begitulah petikan kalimat yang diungkapkan Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin saat berziarah ke makam Teungku Putroe Safiatuddin Cahaya Nur Alam di Kompleks Baperis, Banda Aceh, Rabu,  1 Agustus 2018.

Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim mangkat pada Rabu, 6 Juni 2018, di Kota Mataram, NTB.

Di sela-sela kunjungan itu, politikus Partai Aceh ini turut meninjau langsung kondisi stan Kesultanan Aceh Darussalam. Stan ini merupakan stan khusus yang ikut memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII pada Minggu, 5 Agustus 2018 mendatang.

Tgk. Muharuddin disambut hangat oleh Teuku Raja Saifullah, keturunan ke-13 dari Kerajaan Meureuhom Daya. Tgk. Muharuddin mengatakan, Pemerintah Aceh sepatutnya turut mengambil peran untuk memberikan perhatian serius terhadap situs cagar budaya di Aceh. Pasalnya, kata Tgk. Muhar, selain merawat dan menjaga tapak tilas sejarah kesultanan Aceh juga bisa dijadikan destinasi wisata.

“Ini semata-mata demi menunjukkan pada generasi Aceh bahwa pemerintah tidak melupakan sejarah perjuangan leluhur kita. Apalagi di Kompleks Baperis ini menjadi tempat peristirahatan terakhir salah satu cucu terakhir Sultan Aceh, Sultanah Cahya Nur Alam. Berkat perjuangan merekalah, Aceh dan Indonesia terus dikenal sebagai bangsa yang tangguh dan melekat pada generasi kita saat ini,” ujar Tgk. Muharuddin.

Kompleks Badan Pembina Rumpun Iskandar Muda (Baperis) merupakan Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda. Kompleks yang terletak di samping Museum dan di sisi Meuligoe Gubernur Aceh ini juga terdapat makam Sultan Mansur Syah beserta garis keturunannya.[](Rel)