Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaNewsPesan Lingga Dinsyah...

Pesan Lingga Dinsyah Untuk Pemerintah Aceh

TAKENGON – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, diminta untuk fokus pada pembangunan daerah di penghujung kepemimpinannya. Menyejahterakan rakyat dinilai menjadi hal penting dan beban puncak yang harus diwujudkan oleh pemimpin.

Demikian disampaikan oleh mantan Juru Bicara Partai Aceh (PA) Pusat, Linnga Dinsyah, kepada portalsatu.com saat ditemui di kediamannya di Takengon, Sabtu, 16 Januari 2016. Dia tidak melarang kedua tokoh tersebut untuk maju di Pilkada mendatang. Namun dia berharap keduanya tetap fokus memakmurkan rakyat.

“Jangan jadikan akhir dari jabatan ini sebagai ajang politik,” kata Lingga Dinsyah.

Mantan kombatan GAM lulusan Libya ini mengakui belum tercapainya cita-cita menyejahterakan rakyat Aceh secara menyeluruh di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah. Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) melimpah, tetapi Aceh masih masuk dalam kategori provinsi termiskin dan tertinggal. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai sektor seperti sumber daya manusia, ekonomi, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur yang tidak merata.

“Kalau dibilang tidak ada (bekerja) juga tidak boleh. Keduanya (Zaini-Mualem-red) memang sudah bekerja, tapi belum maksimal. Buktinya tak usah jauh, munculnya kelompok bersenjata di Aceh yang notabenenya dari mantan kombatan, dan mereka menuntut kesejahteraan. Ini bukti rakyat lapar,” ujar Lingga Dinsyah.

Alumni University Al Fatah, Libya, ini juga meminta Pemerintah Aceh untuk tidak mengedepankan sikap egois dalam menjalankan roda pemerintahannya. Dia bahkan menyarankan agar Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf untuk tetap akur supaya mampu menjalankan program yang telah dirancang. Lingga Dinsyah juga meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tidak mempertontonkan perangai tidak terpuji kepada publik.

“Kalau mau maju lagi, tunjukkan kinerja yang positif dan sikap bijak laiknya seorang pemimpin. Bansa Aceh ka caroeng (bangsa/rakyat Aceh sudah pintar),” katanya.

Lingga Dinsyah juga meminta agar pemimpin daerah meneruskan program rezim Pemerintah Aceh sebelumnya yang bersifat positif. Seperti misalnya pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan ke luar negeri.

Dia menilai pendidikan tinggi adalah langkah tepat dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang handal.

“Setelah anak-anak Aceh itu disekolahkan, minta mereka kembali ke Aceh dan bangun Aceh. Kasih mereka kepercayaan untuk mengelola hasil Aceh yang kaya ini. Supaya kita tak selamanya ditipu,” kata Lingga Dinsyah.

Ia berpendapat, Aceh sudah selaiknya dipimpin oleh orang-orang yang mengerti tentang latar belakang sejarah Aceh, baik dari faktor budaya atau psikologis orang Aceh.

“Aceh ini memang cocok dipimpin oleh pejuang alias mantan GAM. Kombatan saya rasa memang paham betul dengan karakteristik orang Aceh, tidak harus dari birokrat, yang penting pemimpin Aceh tahu cara menyejahterakan rakyat. Toh, mantan kombatan dulu mau berperang juga untuk menyejahterakan bangsanya,” ujar putra Gayo tersebut.[](bna)

Baca juga: