<!–StartFragment–>BANDA ACEH – Jaringan Mahasiswa Kota (JMK) petang nanti akan menggelar diskusi bertajuk “Kebudayaan dan Emansipasi” di taman AAC Dayan Dawood depan Gelanggang Mahasiswa Unsyiah, pukul 16:30 WIB, Jumat, 18 Maret 2016.

Diskusi tersebut akan membahas seputar emansipasi wanita terhadap politik. Menurut aktivis JMK, Ninis Arieka, topik ini sengaja diambil sebagai bentuk pembebasan kaum perempuan dari budaya patriarkis, utamanya dalam konteks politik. “Jangan sampai dunia politik terus dikooptasi oleh kaum pria,” kata Ninis kepada portalsatu.com.

Ia menyeru kepada seluruh kaum perempuan untuk dapat kembali menemukan jati dirinya sebagai seorang pejuang. “Politik adalah penghidupan, ingat bahwa kita (kaum perempuan -red) adalah juga pejuang yang lebih dahulu mempertaruhkan nyawa melahirkan seorang anak manusia sebelum kaum pria mengangkat senjata.”

Untuk itu, dalam diskusi nanti diharapkan seluruh kaum perempuan untuk bersatu membangun visi politik. Yang terpenting, sambungnya, perempuan bicara tentang politik harus membudaya di masyarakat. 

Di kesempatan yang lain, Nur Hidayati, dari Divisi Analisis dan Data dari kegiatan tersebut meyakini penting untuk membudayakan politik bagi kaum perempuan. Baginya, sangat sedikit kaum perempuan yang berpolitik. 

“Cara mengukurnya sederhana, dari 81 orang anggota DPR Aceh hanya 12 orang keterwakilan perempuan di sana,” katanya. 

Diskusi ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apa pun.[](ihn)