BLANGKEJEREN – Petani di Kabupaten Gayo Lues mulai mempertanyakan kapan kepastian pembagian 4 juta bibit kopi Program Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan (GERETEK) yang dijanjikan Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si.

Salah seorang petani di Gayo Lues, Malik, Kamis, 13 Agustus 2026, mengatakan saat ini banyak petani menunggu kepastian dari pemerintah kapan 4 juta bibit tersebut dibagikan kepada masyarakat.

“Hingga hari ini belum ada kepastian dari Pemda dan tim Satgas kapan 4 juta bibit kopi itu dibagikan. Padahal sebagian petani sudah ada lahannya yang sudah siap untuk ditanam. Ada juga sebagian menunggu instruksi dari Pemda apakah sudah bisa lahannya dibersihkan,” katanya.

Dikatakan Malik, Pemda Gayo Lues dan tim Satgas hingga hari ini belum ada mengumumkan hasil validasi kelompok mana saja yang akan menerima bibit kopi tersebut. Belum ada pula pengumuman berapa besaran bantuan untuk biaya ongkos lubangnya.

“Seharusnya Pemda dan tim Satgas setiap saat memberikan informasi kepada petani, sehingga lahanya bisa segera disiapkan. Jangan nanti lahan sudah siap, penerimanya belum jelas, sehingga lahanya kembali jadi semak,” ujarnya.

Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., belum memberikan pernyataan yang resmi terkait kepastian pembagian bibit kopi tersebut. Pesan konfirmasi yang dikirimkan portalsatu belum dibalas.

Wartawan juga mencoba mendatangi sekretariat tim Satgas program GERETEK di Balai Musara Blangkejeren, tetapi kantor tersebut kosong.[]