Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaPetani Ini Berhasil...

Petani Ini Berhasil Budidaya Jagung Berwarna-warni

Jagung identik dengan warna kuning. Namun, bagaimana jika ada jagung yang berwarna-warni, maukah Anda memakannya?

Tenang, ini bukan jagung yang beracun atau kena hal berbau kimia. Namun inilah jagung yang memiliki warga beragam.

Jagung warna-warni tersebut berada di sebuah lahan perkebunan di Kampung Lebak Saat, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Jagung warna-warni tersebut ditanam di lahan seluas 3 hektare itu. “Jarang sekali saya lihat jagung seperti ini,” tutur Elsya (40), salah satu warga Cimahi, Jawa Barat, saat ditemui di lokasi kebun, 22 Juni 2019.

“Yang saya tahu jagung itu warna kuning, ada juga yang putih dan hitam. Tapi di sini bisa berwarna warni seperti ini bahkan ada yang banyak warna di satu tongkol. Unik dan cukup menarik.”

Elsya sengaja datang untuk melihat jagung warna-warni tersebut setelah mendengar kabar adanya budidaya jagung pelangi di kebun hortikultura.

Ia juga mengaku sudah mencicipi jagung warna-warni karena penasaran dengan rasanya. Menurutnya, rasa jagung yang dikenal dengan istilah glass gem corn rainbow itu tidak jauh beda dengan jagung biasa.

“Meski tidak seenak jagung manis tentunya. Teksturnya sedikit lebih pulen. Kalau jagung manis kan kriuk gitu,” kata Elsya.

“Saya sengaja datang ke sini untuk melihat langsung. Saya memang senang dengan dunia pertanian apalagi yang agak anti-mainstream seperti ini,” ucapnya.

Pengunjung lainnya, Farhan Fauzan (30) mengaku awalnya mengira jagung yang dilihatnya itu mainan karena warnanya yang sangat kontras mulai warna ungu, merah, hitam, putih, dan warna lainnya.

“Ternyata asli dan bisa dimakan. Saya baru tahu ada jagung selain warna kuning. Bahkan ada yang berwarna seperti butiran mutiara dan bercorak seperti ini,” kata Farhan sambil memerlihatkan jagung yang bercorak seperti batik yang baru saja dipetiknya itu.

Jagung warna-warni tersebut dibudidayakan oleh Luki Lukmanulhakim (45) seorang petani asal Cianjur. Luki memang sedang panen jagung warna-warni dan mengajak beberapa pengunjung yang sedang bertamu untuk ikut panen.

“Beberapa waktu lalu juga kita sempat kedatangan bule (orang asing) ke sini. Saat tahu di kebun ini ada jagung seperti ini, dia terlihat sangat antusias. Bahkan setelah petik langsung saja dimakan dari tongkolnya,” terang Luki.

Budidaya jagung pelangi itu dilakukan sejak dua tahun lalu. Awalnya ia hanya tanam beberapa benih untuk contoh. Namun eksperimennya cukup berhasil.

Dari empat warna yang ditanam bisa menghasilkan jagung dengan 12 warna baru. Ia pun lantas menambah luas lahan untuk menanam jagung warna-warni.

“Ini panen yang keempat kalinya. Ada yang warnanya kuning corak hitam, ada yang di satu tongkol semua warna ada. Bahkan ada yang warna corak seperti batik,” katanya.

Meski belum begitu populer, jagung jenis baru ini dikatakan Luki sedang menjadi tren di negara-negara Eropa termasuk di Amerika Latin sebagai pengganti makanan pokok atau jagung biasanya.

Jagung warna-warni memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik bagi kesehatan.

“Harganya sendiri cukup tinggi. Perbandingannya, per kilogram di tingkat petani mencapai Rp9.000, sementara jagung biasa hanya dikisaran Rp2.000 per kilogram.”

“Apalagi kalau dijual dalam bentuk benih, per butir harganya Rp500,” jelasnya. 

(Firman Taufiqurrahman)[]Sumberintisari.grid.id/kompas.com

Baca juga: