CALANG Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyebutkan, Aceh Jaya memiliki banyak sektor potensial untuk dikembangkan, salah satunya peternakan. Namun, Irwandi meminta agar ternak yang berkeliaran di jalan segera ditertibkan lantaran rawan kecelakaan lalu lintas.
“Sektor peternakan sangat menjanjikan untuk lebih ditingkatkan di daerah ini mengingat wilayah berupa padang rumput yang masih luas tersedia. Hasil perikanan lautnya juga sangat menonjol, karena hampir semua wilayah kecamatan di Aceh Jaya ini berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia,” ujar Irwandi dalam pidatonya usai melantik H.T. Irfan TB., dan Teungku Yusri S., Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya, di gedung DPRK, 18 Juli 2017.
Irwandi turut menyinggung persoalan ternak berkeliaran di jalan. Ia meminta segera ditertibkan karena dapat memicu kecelakaan dan korban jiwa. Jangan sampai kedaulatan sapi melebihi kedaulatan manusia. Sudah lebih 10 jiwa melayang di Aceh Jaya saja. Bagaimana mungkin kita mempromosikan pariwisata, sementara sapi masih bebas berkeliaran di jalan raya, kata gubernur, dikutip portalsatu.com dari siaran pers dikirim Biro Humas Setda Aceh.
Menurut Irwandi, sebagai daerah lintasan di wilayah pantai barat Aceh, Aceh Jaya juga berpotensi mengembangkan usaha di sektor perdagangan dan jasa, termasuk pariwisata. “Dalam hal ini, akses jalan menjadi suatu keharusan untuk semakin melancarkan arus ekonomi antar-wilayah, termasuk wilayah Aceh Jaya ini, di samping juga pembangunan infrastruktur sebagai penunjang aktivitas perekonomian,” ujarnya.
Terkait pembangunan terowongan Geurutee, Gubernur Aceh mengatakan, secara bersama akan tetap melakukan pendekatan dengan pemerintah pusat. Namun, secara bersamaan pemerintah daerah juga harus mempersiapkan berbagai faktor pendukung lainnya.
Gubernur Irwandi juga memerintahkan agar Pemkab Aceh Jaya dapat memaksimalkan keberadaan pelabuhan Calang sebagai langkah untuk mendukung program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. “Kembangkan Pelabuhan Calang itu, sehingga menjadi pintu perdagangan internasional di wilayah pantai barat Aceh, ujarnya.
“Ciptakan iklim investasi yang kondusif, dengan menghadirkan keamanan, kenyamanan, kepastian hukum, serta proses pengurusan izin yang cepat, efektif dan efisien bagi para investor,” kata Irwandi lagi.
Sementara itu, Irfan TB., dalam pidatonya usai dilantik sebagai bupati Aceh Jaya menyatakan siap menjalankan pemerintahan Aceh Jaya yang baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung program Pemerintah Aceh.
“Insya Allah, seluruhnya akan menjadi tanggung jawab dan perhatian kami. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Jaya agar semua program yang telah kami gagas dapat terlaksana demi Aceh Jaya yang lebih maju di masa mendatang.
Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Jaya tentang pelantikan bupati dan wabup itu dipimpin Ketua DPRK Musliadi Z. Turut hadir Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, Forkopimda Aceh dan Aceh Jaya, serta mantan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf.[] (rel)




