LHOKSEUMAWE – Siswa SMP Al-Alaq yang selamat dari musibah petir, di-peusijuek (tepungtawar) di lokasi kantin sekolah di eks-Kompleks Perumahan Karyawan PT Asean Aceh Fertilizer, Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara Aceh Utara,  Jumat, 13 Oktober 2017.

Para siswa itu di-peusijuek oleh Wakil Bupati  Fauzi Yusuf alias Sidom Peng, didampingi Kepala SMP Al-Alaq Samsul,  tokoh agama setempat dan Camat Dewantara Amir Hamzah. Turut hadir wali murid dan masyarakat setempat.

Peusijuek kita lakukan agar korban yang selamat kembali bersemangat untuk sekolah, kembali giat belajar dan melupakan semua masalah. Kita juga berdoa agar ke depan musibah seperti ini tidak lagi terjadi dan Allah SWT menjauhkan semua mara bahaya,” kata Sidom Peng.

Sidom Peng mengimbau agar pihak sekolah selalu mengawasi siswa, tidak hanya di ruang kelas, juga saat jam istirahat.

“Bila iklim sedang ekstrem seperti saat ini, para guru harus selalu waspada, tidak membiarkan siswa berada di lokasi-lokasi berbahaya. Peran guru dan pengelola sekolah harus lebih ditingkatkan lagi, tidak sekadar transfer ilmu,” pungkasnya.

Usai peusijuek, Sidom Peng menyerahkan santunan kepada para siswa itu. Beberapa hari sebelumnya, wakil bupati itu juga sudah menyerahkan santunan bagi dua korban meninggal dunia akibat tersambar petir kantin SMP Al-Alaq, 7 Oktober 2017, sekitar pukul 11.00 WIB..

Korban meninggal dunia adalah Muhammad Zaki, 13  tahun, siswa SMP Al Alaq, asal Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dan Muhammad, 45 tahun pedagang cemilan sekaligus pemilik kantin asal Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara.

Sedangkan 10 orang lainnya yang berada di kantin itu selamat dan sempat dirawat di rumah sakit.[]