BLANGKEJEREN – PGRI Kabupaten Gayo Lues menggelar pertemuan untuk membahas dan menyikapi pernyataan Kepala Bappeda yang dinilai melecehkan profesi guru. PGRI menyesalkan dan mengecam pernyataan Kepala Bapeda tersebut.

"Terkait berita tentang adanya pelecehan terhadap profesi guru dan gelar S.Pd. (Sarjana Pendidikan), yang diduga diucapkan oleh oknum pejabat daerah Kabupaten Gayo Lues di dalam rapat evaluasi di Oproom Setda, Selasa, 1 November 2022, kami menyesalkan dan mengecam hal tersebut," kata Ketua PGRI Gayo Lues, Muhammad Yusuf, S.Pd., dalam pernyataan tertulisnya dikirim kepada portalsatu.com/.

Ketua PGRI Gayo Lues menilai tidak pantas seorang pejabat yang menduduki jabatan penting dalam pemerintahan melontarkan kata-kata yang menyakiti hati para guru. "Kita berada di posisi saat ini bukankah berkat jasa dan tangan dingin dari guru-guru kita," ucapnya.

"Sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan, bukan penghinaan terhadap profesi guru atau Sarjana Pendidikan," tambah Muhammad Yusuf.

Yusuf menyebut banyak orang sukses di bidang pemerintahan yang notabene berlatar belakang Sarjana Pendidikan dan pernah mengemban profesi guru. "Dan kita juga tidak dapat memandang sebelah mata terhadap kemampuan dan keberhasilan seorang guru maupun seseorang yang berlatar belakang guru".

"Kejadian ini tentu bukan hanya akan menyakiti hati para pejabat pemerintahan yang berlatar belakang guru dan Sarjana Pendidikan, namun menyakiti dan membuat marah guru secara umum," tegasnya.

Muhammad Yusuf didampingi Wakil Ketua dan Serkretaris serta pengurus lainnya di PGRI Gayo Lues menyatakan akan bersikap tegas, dan mengambil tindakan tegas bukan hanya kepada oknum pejabat tersebut, namun juga kepada siapa saja yang melakukan hal serupa terhadap profesi guru yang mulia.

"Kami sudah mengadakan rapat internal pengurus untuk mendiskusikan hal-hal yang diperlukan untuk mengambil langkah selanjutnya, dan menyampaikan pesan kepada seluruh guru anggota PGRI untuk bersabar, juga dapat menahan amarah, dan menunggu informasi selanjutnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Jata, S.E., Kepala Bappeda Gayo Lues, mengatakan sebenarnya saat itu rapat internal bukan rapat umum, dan yang dikatakannya mengenai penempatan pejabat di Bappeda ada yang berlatar belakang S.Pd., ditempatkan pada kasubbid infrastruktur sehingga tidak bisa maksimal menjalankan tugas.

“Ke depan seharusnya jangan guru pada jabatan infrastruktur tersebut, tapi penempatan pejabatnya harus sesuai dengan PP Nomor 11 tentang Manajemen ASN, itu lebih kurang, atau kalau videonya boleh kita buka kembali supaya tidak diplintir,” katanya.

Kepala Bapada mengaku sama sekali tidak bermaksud untuk melecehkan profesi guru. “Dan saya sudah langsung minta maaf kepada Pak Wahidin Porang,” katanya melalui pesan WhatsApp.[]