Kamis, Juli 25, 2024

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...
BerandaPiala Dunia yang...

Piala Dunia yang Masih Jadi Mimpi Indonesia

Timnas U-16 Indonesia gagal mencapai target masuk semifinal di Piala Asia U-16 2018. Dengan misi lolos ke Piala Dunia U-17 2019 di Peru, Garuda Asia yang mengincar satu tiket melalui jatah dari empat besar Piala Asia, harus merelakannya ke tangan Australia karena takluk dengan skor tipis 2-3.

Fakhri Husaini menurunkan komposisi tim terbaiknya di pertandingan ini. Trisula lini depan diisi Sutan Zico – Bagus Kahfi – M. Supriadi, sedangkan trio lini tengah dihuni Brylian Aldama, Andre Oktaviansyah, dan David Maulana. Sementara itu di lini belakang, kuartet Bagas Kaffa, Komang Teguh, Fadilah Nur Rahman, dan Yudha Febrian masih dipertahankan, di depan Ernando Sutaryadi yang menjaga gawang.

Di kubu lawan, Trevor Morgan juga memasang materi pemain terbaiknya. Sang top skor, Noah Vinko Botic, menjadi tumpuan di lini depan. Penyerang yang sudah mencetak tiga gol itu ditopang oleh Luke Duzel dan Joseph Roddy.

Aura grogi sangat terasa di kubu Indonesia pada awal pertandingan. Koordinasi antarpemain tidak sebaik biasanya, yang membuat Australia bisa leluasa melancarkan serangan. Dalam 10 menit pertama, tercatat ada tiga tembakan tepat sasaran yang dilakukan The Joeys, julukan Australia U-16.

Beruntung bagi Garuda Asia, kecemerlangan Ernando membuat Indonesia tidak menanggung malu di awal laga. Sejumlah tendangan lawan ditepisnya, umpan-umpan silang dipotong, bahkan tiang gawang pun berkawan karib dengannya di menit 5.

Di bawah tekanan yang menerpa, justru Indonesia yang lebih dulu mencetak gol. Di menit 16, Sutan Zico memanfaatkan kesalahan lini belakang Australia, dan tendangan keras kaki kiri yang menyusur tanah menjebol gawang Adam Pavlesic.

Skor 1-0 tetap bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua, Timnas U-16 Indonesia terlihat lebih menekankan timnya untuk memainkan tempo. Serangan tidak dilakukan secepat di babak pertama, dan garis pertahanan diterapkan lebih dalam. Sayangnya, sebuah pelanggaran di menit 50 berujung gol penyama kedudukan untuk Australia.

Umpan tendangan bebas Australia gagal diantisipasi oleh lini belakang Garuda Asia, sehingga Daniel Walsh, bek tengah bernomor punggung 3, bisa menanduk bola tanpa kawalan untuk membuat kedudukan sama kuat 1-1.

Tersentak oleh gol cepat Australia, Indonesia langsung berupaya mencetak gol tambahan. Akan tetapi serangan-serangan yang dilakukan kerap terburu-buru, sehingga gagal berbuah maksimal. Justru, kelengahan lini belakang membuat Indonesia berbalik tertinggal.

Di menit 65, salah koordinasi antara Komang dan Fadilah membuat bola hilang dari penguasaan. Gelandang Australia kemudian langsung memberi umpan terobosan ke sisi kiri, yang disambar dengan tendangan keras Adam Leombruno.

Keunggulan Australia bertambah lagi di menit 74. Lagi-lagi berawal dari umpan terobosan, Noah Botic berhasil mengecoh Komang Teguh dan melakukan tendangan placing yang merobek jala Ernando untuk ketiga kalinya. Skor 3-1 untuk keunggulan Australia.

Indonesia sempat memperkecil skor di menit 87. Umpan terobosan lambung diterima Rendy Juliansyah di kotak penalti, dan tanpa ampun ia ceploskan ke gawang Australia. Namun di sisa waktu, stamina yang sudah terkuras menjadi hambatan utama Indonesia menyamakan kedudukan.

Hingga akhirnya, peluit panjang dari wasit memastikan Indonesia tersingkir di perempat-final Piala Asia U-16 2018, dan pupus asa tampil di Piala Dunia U-17 2019. []

Sumber: Tribe

Baca juga: