BANDA ACEH – Informasi dari ulama Timur Tengah bahwa Aceh adalah benteng terakhir ahlussunnah wal jamaah.
Demikian disampaikan Pimpinan Dayah Nurul A'la, Gampong Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar, Teungku Abdul Wahid Alhabsyi, dalam silaturahim alim ulama dengan umara Aceh, di dayah tersebut, Sabtu, 30 April 2016. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, Ketua DPR Aceh, Teungku Muharuddin, sejumlah ulama Aceh seperti Tu Bulqaini, perwakilan Polda dan Kodam IM.
“Kemudian informasi dari MUI, Majelis Ulama Indonesia, Islam di Indonesia pada tahun 2020 akan dihadapkan dengan perpecahan seperti Islam di Suriah,” ujarnya.
Dia juga turut menyampaikan informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) pada tahun 2018, Islam akan hancur.
“Kami berbicara atas nama agama, silahkan direkam, silahkan diabadikan kami siap bertanggungjawab siapapun menjadi pemimpin kami tetap memperjuangkan Islam. Siapapun jadi bupati, siapapun jadi gubernur, kami tetap mukmin yang sejati, insya Allah sampai darah terakhir tetap memperjuangkan Islam,” katanya.
Dia mengatakan Islam di Aceh sudah sangat kritis. Pasalnya pemerintah telah membiarkan ajaran Wahabi berkembang di daerah tersebut. “Selain itu, syiah sudah ada, PKI sudah ada, keputusan MPU ada yang menyatakan Wahabi adalah sesat, Syiah di Malaysia dianggap seperti teroris, diperlakukan seperti teroris. Di Indonesia Syiah dipelihara, kita hanya menunggu bom waktu datang perpecahan, perang saudara sesama Islam di Indonesia dan Aceh,” katanya.
Menurut Teungku Abdul Wahid, yang menghancurkan Islam bukanlah kafir. Namun menurutnya yang menghancurkan Islam adalah Syiah. Dia turut memaparkan keputusan ulama-ulama dari 40 negara di seluruh dunia yang memfatwakan bahwa Syiah adalah kafir. “Syiah adalah kafir. Apakah antum berani menyatakan Syiah itu kafir? Lon lon teujut. Syiah itu kafir, syahadatnya itu asyadualailahailallah, wa ali rasulullah. Apakah demikian Islam?” ujar pimpinan Dayah Nurul A'la tersebut.
Dia mengatakan Syiah lah yang telah menghancurkan Yaman, Afghanistan, dan Suriah. Menurutnya Syiah turut didukung oleh Yahudi yang berkonspirasi menghancurkan Islam. “Kami tidak rela Aceh diobrak-abrik dengan Syiah dan Wahabi,” katanya.
Dia juga mengingatkan pemimpin di Aceh untuk tidak melupakan siapa yang harus diikuti. “Bukan Islam yang dibawa Belanda, bukan Syiah dan Wahabi, kita ahlussunah wal jamaah jelas, bergerak dari abad 9 trok Islam keuno. Maka peutheun agama,” katanya.
Teungku Abdul Wahid juga menyebutkan ulama wajib berpolitik untuk menyelamatkan Islam. “Alhabul minal iman, cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Kami siap berada di garda terdepan membela Aceh dan membela Islam di dunia,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan jika Turki bangkit, maka Aceh juga akan bangkit bersama sistem kekhalifahan. “Sistem yang ditinggalkan oleh Baginda Rasulullah salallahu'alihiwassalam. Yang dihancurkan oleh iblis melalui Saud Arabia, dihadiahkan menjadi kerajaan Arab. Inilah konspirasi Yahudi menghancurkan Islam dari dalam. Maka kita akan mempertahankan Islam sampai titik penghabisan,” ujarnya.[]




