BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues merasa pelayanan di sebagian Puskesmas belum maksimal. Selain sarana dan prasarana yang belum memadai, petugas kesehatan di Puskesmas dinilai juga terkesan memaksakan rujuk kepada pasien yang datang berobat.

Pernyataan itu disampaikan H. Ibnu Hasim, salah satu pimpinan DPRK Gayo Lues, Kamis, 7 Maret 2024, malam. Dia meminta Pj. Bupati dan Pj. Sekda segera melakukan evaluasi terhadap seluruh Puskesmas. Selain melihat langsung petugas, peralatan yang dibutuhkan tenaga medis, jumlah tenaga medis, Pj. Bupati dan Pj. Sekda juga harus mengevaluasi Kepala Puskesmas.

“Jangan sedikit-sedikit pasien dirujuk ke rumah sakit. Kalau seperti itu, apa gunanya Puskesmas rawat inap, sekarang ini pasien menumpuk di rumah sakit, tetapi kosong di Puskesmas rawat inap,” kata Ibnu Hasim melalui pesan Whatsapp.

Ibnu Hasim juga meminta Pj. Bupati dan Pj. Sekda agar Kepala Puskesmas dipercayakan kepada orang yang berstatus sebagai dokter. Hal itu berdasarkan pengalamanya menjadi Bupati dua periode di Gayo Lues, seorang dokter yang dipercayakan menjadi Kepala Puskesmas lebih maksimal melayani masyarakat.

“Di awal saya menjabat dulu, Gayo Lues hanya memiliki empat orang dokter PNS, kemudian untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, kami mencetak 65 dokter PNS. Dari jumlah itu, kami menugasbelajarkan menjadi dokter spesialis, sehingga saat itu ada dokter spesialis penyakit dalam yang PNS, anastesi bedah, kandungan, PA, radiologi dan beberapa lainnya. Termasuk dua dokter yang sangat kami banggakan yaitu dr. Edwin yang saat ini sudah membuka RS Tanoh Gayo, dan dr. Habirl Qodri yang membuka Klinik Al Kadri,” ujarnya.

Di samping mencetak dokter PNS dan dokter spesialis PNS, di masa kepemimpinan Ibnu Hasim juga banyak peningkatan status Puskesmas dari rawat jalan menjadi rawat inap yang semua Kepala Puskesmasnya adalah dokter. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya pasien di rumah sakit.

“PKM rawat jalan yang kita tingkatkan menjadi rawat inap saat itu adalah PKM Kecamatan Pining, Putri Betung, Kutapanjang, Teranggun dan PKM Kecamatan Rikit Gaib. Di samping kita siapkan sarana dan prasarana beserta SDM petugasnya, kita juga berharap, ketika ada pasien bisa ditangani oleh dokter di PKM, tidak usah dirujuk ke RS, terkecuali tidak bisa ditangani di PKM, barulah dirujuk ke RS,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman itu, Ibnu Hasim meminta kepada Pj. Bupati dan Pj. Sekda agar melakukan evaluasi terhadap Puskesmas, termasuk melihat daftar hadir dan jumlah pasien yang ditangani selama ini. “Jangan-jangan, pasien yang dirujuk ke RS tidak pernah diperiksa di Puskesmas langsung dikeluarkan surat rujukannya,” pungkas Ibnu Hasim.[]