KUTACANE – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) mengajak seluruh masyarakat kabupaten Aceh Tenggara untuk mewujudkan generasi yang sehat melalui Gerakan Orang tua Asuh Cegah Stunting (Genting), di Aula Bappeda setempat, Kamis 5 Desember 2024.
Pj Bupati Aceh Tenggara, Taufik mengatakan gerakan itu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam penanganan stunting sebelumnya sudah berjalan program aksi pejabat lawan dan atasi stunting (Pelawat) mulai tahun 2022 sampai saat ini.
Program Genting yang dilaksanakan merupakan program langsung dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan tujuan untuk membantu keluarga yang memang membutuhkan penanganan kesehatan anak yang menderita stunting dan gizi kurang.
“Dengan ini BKKBN memberikan bantuan nutrisi untuk 3 bulan dan jumlah sasaran sebanyak 50 anak dengan lokus sasaran beberapa Kute di Kabupaten Aceh Tenggara,” jelasnya.
Menurut Taufik, untuk mencegah genting maka dirinya minta lintas sektor dapat berkoberasi seperti pihak forkopimda dan penyuluh KB.
Selanjutnya Taufik juga mengungkapkan bantuan yang telah diberikan berupa pembangunan jamban, sarana air bersih dan makanan yang disesuaikan dengan faktor Penyebab Stunting, dan kegiatan ini masih berjalan hingga sekarang.
Tempat yang sama, Perwakilan Kepala BKKBN Aceh Safrina Salim mengatakan, salah satu upaya untuk menurunkan dan mencegah Stunting, Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melaunching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting/Genting.
“Data Baduta yang masuk kedalam keluarga resiko stunting dengan pringkat kesejahteraan desil satu sedengan desil tiga di Kabupaten Aceh Tenggara berjumlah 189 Baduta, Adapun dengan sebaran Kecamatan sebagai berikut, Kecamatan Badar 14, Babul Rahmah 11, Bukit Tusam 3, Darul Hasanah 9, Deleng Pokhisen 3, Ketambe 11, Lawe Alas 17, Lawe Bulan 13, Lawe Sigala-gala 27, Lawe Sumur 10, Leuser 12, Semadam 18, Tanoh Alas 3, Babussalam 19, Bambel 4, dan Kecamatan Babul Makmur 15,” katanya.
Dikatakan Salim, kegiatan Genting akan menggunakan data KRS atau Keluarga Resiko Stunting dengan data by name by adressnya, sudah ada diperwakilan BKKBN Aceh dan data tersebut dijadikan rujukan untuk Intervensi Genting.
Setelah penanda tanganan akad peduli Stunting dengan serentak, Kegiatan tersebut ditutup dengan Penyerahan bantuan secara simbolis kepada 30 warga yang beresiko Stunting.
“Bantuan yang diberikan berupa beras ukuran 4 Kg sebanyak 30 sak, telur berjumlah 30 papan, dan 30 kotak makanan bergizi,” tungkasnya. (Supardi)





