BLANGKEJEREN – Perseteruan antara Kepala Bappeda Gayo Lues dan PGRI didamaikan Pj Bupati Ir Rasyidin Porang di Ofroom Setda setempat, Kamis, 3 November 2022, semua pihak diminta saling memaafkan agar tidak tercipta konflik.

Jata, SE., Kepala Bappeda Gayo Lues, mengatakan tidak ada sedikitpun niat dihatinya untuk melecehkan profesi guru atau yang bergelar S.Pd, semua itu terjadi karena kehilapan semata.

“Saya memohon maaf kepada semua guru dan yang bergelar S.Pd, itu terjadi karena kekurangan dan kelemahan saya. Tidak ada sedikitpun niat untuk melecehkanan,” katanya dihadapan Pj Bupati, Plt Sekda, Kepala SKPK, Ketua PGRI dan pengurus PGRI.

Kepala Bappeda Gayo Lues berjanji tidak akan mengulanggi lagi perbuatanya yang menyakiti hati para guru, “Mohon bukakanlah pintu maaf kepada saya,” jelasnya.

Ketua PGRI Gayo Lues Muhammad Yusuf S. Pd mengapresiasi Pj Bupati Gayo Lues yang peduli terhadap masalah ini, dan masalah yang terjadi di Gayo Lues juga mendapat respon dari PGRI Aceh dan PGRI Provinsi lain yang ada di Indonesia.

“Sebanarnya yang kami permasalahkan yaitu munculnya ungkapan S. Pd, itu yang membuat kami tersinggung, harapan kami, kejadian ini pengigat bagi kita semua bahwa gelar dan profesi jangan dilecehkan. Melalui kesempatan ini,  kami menerima permintaan maaf beliau (Kepala Bappeda), dan inilah yang pertama dan terakhir,” katanya.

Jika kedepan terjadi lagi pelecehan terhadap profesi, Ketua PGRI meminta agar dilakukan evaluasi. Dan PGRI siap mendukung Pj Bupati.

Pj Bupati Gayo Lues Ir Rasyidin Porang, mengatakan semua yang terjadi itu adalah kehilapan, tidak perlu lagi dipermasalahkan, dan harus saling memaafkan.

“Kami yakin tidak ada sedikitpun niat Kepala Bappeda untuk melecehkan, saya yakin itu khilap, dan mudah-mudahan tidak terulang lagi,” katanya.

Pj Bupati meminta, dengan saling memaafkan hari ini tidak ada lagi status-status di media sosial yang saling menyinggung, dan semua pihak harus kompak untuk bersama-sama membangun Gayo Lues.[]