LHOKSUKON – Siswa SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon, Aceh Utara mengaku khawatir belajar dengan kondisi plafon yang nyaris runtuh. Di beberapa titik, bahkan plafon sudah bolong. Kondisi itu diperparah dengan dinding bangunan ruang belajar banyak yang retak.

“Pastinya saya dan teman-teman khawatir, takut juga iya. Bagaimana jika plafon atau bangunan sekolah tiba-tiba runtuh. Mau bagaimana lagi, memang begini kondisi sekolahnya. Kami selaku siswa hanya bisa memaklumi. Tapi jika gempa, ngeri juga,” ujar Fauzi, Siswa kelas XI, saat ditemui portalsatu.com/ di sela-sela kegiatan belajar, Kamis, 23 November 2017.

Fauzi mengaku masuk ke SMA tersebut atas keinginan sendiri dan tentunya dukungan orang tua. 

“Saya sekolah di sini karena ini sekolah favorit, sekolah unggul di Aceh Utara. Kami di sini belajar hingga sore, itu menyenangkan karena bisa mengurangi waktu bermain. Namun tidak membosankan juga, karena tiga hari dari waktu belajar, kan sore harinya ada kegiatan ekstrakurikuler,” ungkap Fauzi.

Namun demikian, Fauzi menambahkan, “Tapi di sini tidak ada ruang multimedia,” tutup Fauzi yang mendapat anggukan dari teman-temannya. [] (*sar)