BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menegaskan kinerja Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) perlu dievaluasi. Pasalnya, ada sejumlah persoalan dalam pengelolaan BPKS, termasuk soal pergantian pejabat tanpa sepengetahuan Dewan Kawasan Sabang.
Nova menyebutkan, pergantian sejumlah pejabat di BPKS beberapa bulan lalu tanpa adanya koordinasi antara kepala BPKS dengan Dewan Pengawas Sabang dan Dewan Kawasan Sabang. Menurutnya, pergantian pejabat itu jelas melanggar mekanisme yang berlaku.
“Ini semuanya sudah jelas melanggar dengan mekanisme. Kebijakan itu tidak tepat,” kata Nova seusai membuka Focus Group Discussion (FGD) 'Penguatan dan Pemanfaatan Kawasan Sabang untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Aceh', di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Senin, 17 Desember 2018.
Penyelenggara FGD turut menghadirkan Kepala BPKS, Sayid Fadhil, Pengamat Ekonomi Unsyiah, Rustam Efendi, perwakilan Pemkab Aceh Besar, Pemko Sabang, Banda Aceh, dan tokoh masyarakat.
Nova menjelaskan, sebelum mutasi pejabat di BPKS, waktu itu Kepala BPKS pernah mengirimkan surat untuk meminta agar salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Namun surat yang dikirmkan itu hanya satu hari sebelum pelantikan pejabat di BPKS.
“Mana sempat saya mencari PNS untuk ditunjukkan ke PPK BPKS. Dalam isi surat pun bukan diminta untuk menunjukkan, tapi didesak untuk menunjukkan PNS sebagai PPK. Surat itu pun satu hari masuk ke kantor sebelum mutasi,” ungkap Nova.
Oleh karena itu, Nova menegaskan, perlu dievaluasi kinerja BPKS terkait sejauh mana dapat membawa Sabang menjadi maju, khususnya untuk menyejahterakan rakyat Aceh. “Tentu ada software dan hardware, yaitu orangnya. Antara lain stakeholder yang terdiri dari BPKS, Dewan Kawasan Sabang, atau Menteri Keuangan”.
“Kalau di luar kita sudah bicara politisi. Kalau mau jujur berarti datanya harus dibuka, di mana kelemahannya, karena kelemahan itu bagian dari kualitatif. Kita lihat saja di mana peraturan tidak di ikuti, saya minta evaluasi,” tegas Nova.[]
Penulis: Khairul Anwar



