BerandaNewsPMI Lhokseumawe Evakuasi Nek Ramlah ke Rumah Sakit Arun

PMI Lhokseumawe Evakuasi Nek Ramlah ke Rumah Sakit Arun

Populer

LHOKSEUMAWE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe dan Gerakan 10.000 Peduli Anak Aceh mengevakuasi Nek Ramlah, 80 tahun, warga miskin di Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, ke Rumah Sakit Arun untuk mendapatkan perawatan medis.

Nek Ramlah tidak memiliki anak kandung sehingga tinggal sendirian di gubuknya sejak suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu. Wanita lansia itu sedang sakit sehingga PMI membawanya ke rumah sakit. Kini Nek Ramlah dirawat di Kamar VIP 206 Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.

Ketua PMI Kota Lhokseumawe, Junaidi Yahya, mengatakan, awalnya ia memperoleh informasi melalui media sosial tentang kondisi Nek Ramlah yang sudah satu bulan sakit dan belum mendapatkan tindakan medis.

“Tadi malam usai mengetahui informasi itu, saya mengunjungi langsung ke kediaman Nek Ramlah. Lalu berkoordinasi dengan pihak keluarganya dan keuchik setempat, agar diizinkan untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan,” kata Junaidi Yahya kepada portalsatu.com, Kamis, 30 Agustus 2018.

Junaidi menyebutkan, PMI juga membuka donasi bagi dermawan yang ingin menyumbangkan dana untuk membantu Nek Ramlah. Sumbangan bisa diserahkan ke Markas PMI di Jalan Stadion Desa Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti, atau melalui rekening Bank BNI 0538033615 atas nama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe.

“Nanti seluruh donasi itu akan dipergunakan untuk berbagai keperluan pengobatan. Tentunya kita akan selalu berkoordinasi dengan pihak keluarga beliau, sehingga penggunaannya tepat sasaran,” ujar Junaidi.

Diberitakan sebelumnya, Ramlah terbujur kaku di gubuknya, Lorong Pilok, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu, 29 Agustus 2018. Nenek 80 tahun itu hidup sebatang kara sejak suaminya meninggal dunia empat tahun lalu.

Gubuk Nek Ramlah berdinding kayu dan anyaman bambu yang sudah lapuk. Gubuk itu berjarak sekitar 25 meter dari bibir laut Kampung Jawa Lama. Sebagian atap gubuk terbuat dari daun rumbia, sisanya seng berkarat. Dalam gubuk itu, Nek Ramlah terbaring di bawah atap seng agar ia tidak basah saat hujan. Sedangkan atap daun rumbia sebagian sudah bocor.

Nek Ramlah yang kondisinya tampak ringkih selama ini diurus oleh sanak keluarga di Kampung Jawa Lama. “Beliau (Nek Ramlah) sudah empat tahun tinggal di rumah ini. Beliau tidak memiliki anak kandung. Selama ini kita (keluarga) yang mengurus kebutuhan sehari-harinya. Beliau tidak terlantar karena kita mendampinginya, apalagi kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan lagi untuk beraktivitas, hanya terbaring di tempat tidur,” ujar Ramli (47), keponakan Nek Ramlah. (Baca: Begini Kondisi Nek Ramlah Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk)[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya