LHOKSEUMAWE – Muhammad Ishak Zakaria (47), PNS Dinas Penanaman Modal Aceh Utara, ditemukan tewas bersimbah darah di tempat usaha bibit tanaman miliknya, di Gampong Meunasah Manyang, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Selasa, 7 Agustus 2018, sore.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, S.Ik., mengatakan, korban meninggal dunia diduga akibat dibacok menggunakan benda tajam pada kepala bagian belakang sebelah kiri.
Riski menjelaskan, M. Ishak Zakaria ditemukan tewas oleh Akmalu Fatah (35), keponakan korban, saat mendatangi tempat usaha bibit tanaman milik korban. “Ketika sampai di pabrik bibit tanaman itu, Akmalu kaget melihat korban dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi telungkup,” ujar Riski dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa malam.
Menurut dia, Akmalu kemudian menghubungi Usna Wahab (50), kakak ipar korban. “Lalu kakak ipar korban datang ke lokasi kejadian, masuk ke dalam pabrik itu dan melihat korban sudah tidak bernyawa. Setelah itu dihubungi pihak keluarga lainnya hingga diteruskan informasi kepada polisi,” kata Riski.
Riski melanjutkan, pihaknya kemudian membawa jasad korban ke RSUD Cut Meutia, Buket Rata, Lhokseumawe, untuk divisum. “Kita juga melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kita terus mendalaminya guna menentukan langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.
“Sampai saat ini kita belum tahu motifnya (dugaan pembunuhan itu), kita masih di lapangan mengumpulkan bukti-bukti,” kata Riski.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Utara, Marzuki, membenarkan M. Ishak Zakaria merupakan PNS di dinas ini. “Saya baru dapat kabar itu (korban ditemukan tewas bersimbah darah). Itu pegawai kita,” kata Marzuki yang mengaku sedang berada di Banda Aceh saat dihubungi, Selasa malam.[] (Cut Islamanda)



