SUBULUSALAM – Jembatan di kawasan Dusun Bahagia, Desa Belegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, belum dapat difungsikan, padahal pengerjaan telah selesai sekitar dua tahun lalu.

Pantauan portalsatu.com/, Selasa, 7 Agustus 2018, jembatan tampak telah selesai, tapi belum tersambung dengan badan jalan. Jembatan itu dikepung rumput tebal yang tumbuh di badan jalan.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Ketua Pemantau Kebijakan untuk Publik (LP KaPuR), Hasby BM., yang menyayangkan akses jembatan itu belum dapat difungsikan. Padahal terdapat puluhan kepala keluarga (KK) berdomisili di kawasan tersebut.

”Jembatan ada tapi jalan tidak tersedia, sampai sekarang belum bisa digunakan,” kata Hasby BM.

Menurutnya, penyebab utama jembatan itu belum dapat dilewati karena tidak tersambung dengan badan jalan. Akses badan jalan dengan jembatan masih terputus karena belum ditimbun.

Hasby menyebutkan, di seberang jembatan itu terdapat puluhan KK atau sekitar seratusan lebih penduduk bermukim di sana sangat membutuhkan akses jalan berkualitas yang nyaman dilewati kendaraan roda empat dan dua. 

Selama ini penduduk di sana terpaksa mencari jalan alternatif menuju rumah mereka. “Banyak masyarakat tinggal di dalam sana, mereka harus mencari jalur alternatif untuk keluar masuk,” katanya.

Hasby menceritakan, beberapa waktu saat proyek pengerjaan jembatan itu selesai dibangun. Warga Dusun Bahagia berinisiatif menghubungkan jembatan dengan badan jalan menggunakan kayu atau papan.

“Namun karena ada warga yang mengalami kecelakaan saat melintas jembatan kayu, setelah itu tak ada lagi yang lewat di sana, sekarang sudah semak sekali,” kata Hasby.

Ia berharap Pemerintah Kota Subulussalam melalui dinas terkait dapat melanjutkan pembangunan proyek jembatan Desa Belegen Mulai agar badan dan jembatan dapat terhubung sehingga bisa dilewati masyarakat.[]