LHOKSEUMAWE – Polisi Air dan Udara (Airud) Lhokseumawe memastikan mayat yang ditemukan nelayan Pusong, merupakan Rajani, 28 tahun, nelayan asal Gampông Ulee Rubeik Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara yang dilaporkan hilang di laut pada 27 Agustus 2016 lalu.
Setelah kita evakuasi ke darat, pihak keluarga langsung melihat mayat tersebut. Menurut keterangan keluarga mayat tersebut benar Rajani yang hilang beberapa hari lalu di laut, kata Kasat Airud Lhokseumawe, Ipda Saiful Bahri.
Saiful Bahri menyebutkan, mayat tersebut ditemukan oleh nelayan pagi tadi di tengah laut. Kemudian, oleh nelayan melaporkan kepada pihak terkait. Mengetahui perihal tersebut kita langsung berkoordinasi bersama tim dan kemudian menuju tengah laut untuk mengevakuasinya, tambah Saiful.
Saiful menambahkan, nelayan tersebut menemukan mayat sekitar 14 mil dari bibir pantai Lhokseumawe.
Sesudah dilihat langsung oleh keluarga dan diyakini itu adalah Rajani. Kemudian mayat dibawa pulang ke rumah duka di Seunudon, Kabupaten Aceh Utara untuk disemayamkan, sebut Saiful.
Pantauan portalsatu.com, saat dievakuasi ratusan masyarakat berbondong-bondong menuju lokasi pendaratan mayat tersebut di TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dengan pengamanan ketat satuan Sabhara Polres setempat.
Saat petugas membuka kantong mayat, sempat mengeluarkan bau menyengat dan tubuhnya sudah membengkak. Menurut keterangan petugas SAR, saat di laut mayat tersebut terapung dengan posisi telungkup dan kepalanya nyaris tidak ada lagi.[](ihn)



