Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsPolisi Kumpulkan Data,...

Polisi Kumpulkan Data, Direktur PT GLM Akui Ada Aset Hilang Hingga Dikuasi Pihak Lain

BLANGKEJEREN – Aparat Polres Gayo Lues sedang mengumpulkan data-data terkait persoalan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT GLM (Gayo Lues Mentalu). Pengumpulan data itu sudah berlangsung sejak dua bulan lalu.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, Selasa, 6 April 2021, kepada portalsatu.com melalui pesan WhatsApp. “Sudah mulai mengumpulkan data sejak dua bulan yang lalu, nanti akan dicek, klarifikasi dengan data yang ada,” katanya.

Kapolres mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah ada dugaan pelanggaran hukum atau tidak di PT GLM, baik masalah aset-asetnya ataupun lainnya. Yang jelas, saat ini sedang dilakukan pengumpulan data dan baru bisa mengarah ke pememeriksaan saksi-saksi.

Sementara itu, Azman Prima, Direktur Utama PT GLM, mengatakan pihaknya sangat terbuka atas permintaan Aliansi Mantan Gerakan Aceh Merdeka (AM GAM) yang meminta agar pihak berwajib mengusut masalah aset PT GLM.

“Sesuai amanat undang-undang tentang pendirian badan usaha milik daerah, bahwa saham mayoritas di dalam PT GLM adalah milik Pemda. Dengan demikian, masyarakat juga mempunyai hak untuk membesarkan, serta mendapat informasi kegiatan BUMD/PT GLM,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Azman Prima membenarkan adanya aset yang hilang dan juga dikuasi pihak lain semenjak dirinya dilantik menjadi direktur pada Agustus 2020 lalu. Dia mengaku upaya yang telah dilakukan beragam. Mulai dari menyurati yang bersangkutan hingga melakukan koordinasi Pemda.

“Kami berharap Pemerintah Daerah ikut berperan, karena ini adalah persoalan lama yang harus diselesaikan. Karena semasa kami menjabat, saya tidak melihat adanya aset PT GLM yang tertinggal dengan sumber anggarannya dari penyertaan modal pada masa PD GLM. Dan kami juga meninjau aset yang ada di Ketukah dalam kondisi tidak terawat dan terbengkalai,” jelasnya.

Azman Prima mengajak semua pihak serius dalam mengurusi PT GLM dan jangan lagi menjadi “sapi perah” sebagaimana pradigma masyarakat saat ini terhadap perusahaan daerah tersebut. []

Baca juga: