Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaPolisi: Penembakan Rumah...

Polisi: Penembakan Rumah di Aceh Utara Terkait Sabu

LHOKSUKON – Tim Polres Aceh Utara berhasil mengungkap motif di balik kasus penembakan rumah Ahmad Budiman, 71 tahun, di Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat, 13 April 2018 lalu. Kasus tersebut diduga didasari utang-piutang jual beli sabu oleh UA, 30 tahun, menantu Ahmad Budiman.

Hasil pengembangan, polisi menetapkan UA sebagai tersangka dalam kasus jual beli sabu dan pembuatan pil inex palsu. Selain itu, juga diamankan FT, 30 tahun, warga Gampong Rawa, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Seorang tersangka lainnya, WD, diamankan oleh Polres Lhokseumawe.

“UA pernah mendapat pesan ancaman yang disampaikan FT atas perintah WD. Dari pengembangan kasus penembakan rumah itu, kita mengejar tersangka dan pemilik senjata api. Beberapa hari lalu kita mengejar tersangka hingga ke Aceh Timur. Di-backup Polres Aceh Timur, kita melakukan penggerebekan dan berhasil menemukan sepucuk senpi jenis AK-56, 2 magasin dan 66 butir amunisi. Namun tersangka pemilik senpi berhasil kabur,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, saat konferensi pers di polres setempat, Senin, 23 April 2018.

Ian menyebutkan, dalam pemeriksaan, tersangka FT dan UA memberi keterangan berbelit-belit dan tidak jelas. “Setelah kita lakukan tes urine, keduanya positif narkoba. Kita juga mengamankan pirek berisi sabu dan alat isap (bong),” ucap Ian.

“Berdasarkan penyelidikan kita, penembakan rumah itu terkait utang-piutang sabu. UA bertugas membeli sabu jika ada yang memesan, tapi jika uang diberikan untuk pemesanan 1 kilogram sabu, yang dibeli UA tidak sampai segitu. Saat uangnya diminta kembali oleh si pemesan, tidak dikembalikan. Dia (UA) juga membuat inex palsu,” kata Ian.

Terkait senjata api AK-56, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah itu senjata yang sama digunakan untuk menembak rumah Ahmad Budiman atau berbeda. “Pemilik senpi DPO, belum bisa kita pastikan apakah pemilik senpi itu pelaku pemberondongan rumah atau bukan, demikian juga senpinya. Nanti setelah barang bukti proyektil diuji balistik di laboratorium forensik, barulah kita ketahui apakah senpi ini yang digunakan untuk memberondong rumah UA atau bukan. Jika bukan, maka pemilik senpi hanya akan dijerat tentang kepemilikan senjata api ilegal,” ujar Ian.

Ian menambahkan, dua tersangka ditahan di Polres Aceh Utara, yaitu UA dan FT. “Sementara WD ditangani Polres Lhokseumawe karena lokasi narkobanya di sana. Mereka semua (tiga tersangka itu) ditangkap terkait narkotika,” pungkas Kapolres Aceh Utara itu.

Diberitakan sebelumnya, rumah milik Ahmad Budiman di Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara ditembaki orang tak dikenal (OTK), Jumat, 13 April 2018 sekitar pukul 06.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam penembakan tersebut, tapi dua mobil yang terparkir di halaman rumah itu rusak terkena tembakan dan serpihan proyektil.[]

Baca juga: