LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe memeriksa tiga saksi terkait kasus pencurian uang Rp19 juta di Kantor Kas Bank Mandiri Syariah di Kompleks Perumahan PT Perta Arun Gas (PAG), Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Rabu, 26 Juni 2019.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T. Herlambang, mengatakan, ketiga saksi yang diperiksa tersebut dari teller bank dan satpam. Mereka diperiksa seputar kegiatannya pada hari kejadian, karena penyidik ingin mengetahui waktu tepat terjadinya pencurian tersebut.
“Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pencurian tersebut,” kata Indra kepada portalsatu.com/, Kamis, 27 Juni 2019.
Diberitakan sebelumnya, Kantor Kas Bank Mandiri Syariah di Kompleks Perumahan PT PAG, Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, dilaporkan dibobol maling, Rabu, 26 Juni 2019, sekitar pukul 13.45 WIB. Uang belasan juta raib. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap identitas pelaku.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T. Herlambang, kepada para wartawan, Rabu sore, mengatakan, dugaan sementara maling beraksi di kantor bank itu pada jam istirahat siang. Hal ini berdasarkan keterangan karyawan bank bahwa saat kembali usai istirahat siang pintu kantor sudah terbuka.
“Yang pertama melihat kondisi bank sudah seperti itu, yakni salah seorang customer service Bank Mandiri Syariah bernama Musrizal. Dia pertama kali melihat pintunya terbuka, lalu dia melaporkan kepada satpam, yang kemudian memberitahu pihak kepolisian. Saat kejadian berdasarkan pengakuan saksi kondisi kantornya sedang tidak ada orang (karyawan),” ujar Indra.
Indra menjelaskan, sekitar pukul 12.30 WIB, Musrizal pergi ke kantin rumah sakit di Kompleks Perumahan PT PAG itu untuk makan siang. Lalu, sekitar pukul 12.45 WIB, Musrizal, shalat Zuhur di belakang supermaket kompleks perumahan tersebut. Musrizal kemudian kembali ke Bank Mandiri Syariah tempat ia bekerja dan melihat pintu kantor sudah terbuka. Selanjutnya, dia melaporkan kejadian tersebut ke Pos Security (Satpam) bank tersebut.
“Total kehilangan uang di bank itu sekitar Rp19 juta. Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal. Setelah ini, kita akan melakulan pemeriksaan terhadap teller bank maupun petugas keamanan serta orang-orang yang kemungkinan ada di TKP saat peristiwa itu terjadi,” kata Indra.
Menurut Indra, barang bukti yang baru diamankan berupa gembok sudah terbuka. Kata dia, karena tidak ada satupun gembok yang rusak, kemungkinan pelaku menggunakan kunci untuk membuka gembok pada pintu bank tersebut. “Maka dari gembok yang kita amankan itu nantinya akan kita kembangkan, apakah ada sidik jari lain, selain sidik jari si teller bank atau bagaimana,” ujarnya.
Indra menambahkan, saat ini Kantor Kas Bank Mandiri Syariah itu sudah dipasang garis polisi.[]




