28.7 C
Banda Aceh
Kamis, Februari 9, 2023

Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Rugikan Korban Rp2,74 Miliar, Begini Kronologinya

LHOKSEUMAWE – Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe menangkap tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi kelapa sawit yang merugikan salah satu pengusaha kafe di Lhokseumawe mencapai Rp2.740.000.000 (Rp2,74 miliar).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, saat konferensi pers di mapolres setempat, Selasa, 1 November 2022, mengatakan pengungkapan kasus itu berawal adanya laporan polisi dari SI (26), warga Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, yang merupakan anak EI (56), pengusaha kafe yang menjadi korban penipuan.

Henki menyebut tim Satreskrim berhasil menangkap tersangka kasus itu berinisial F (53), warga Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, di sebuah warung dalam kawasan Dewantara pada 10 September 2022.

Polisi juga berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti sebanyak 47 lembar kertas hasil print bukti transfer dilakukan korban kepada tersangka senilai Rp2,74 miliar. Jumlah uang yang ditransfer secara bertahap bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp150 juta. Turut disita dari tersangka, dua mobil jenis Brio dan Rush, satu sepeda motor, serta barang berharga lainnya yang diduga hasil penipuan tersebut.

“Tersangka diduga melakukan penipuan atau penggelapan dengan modus bisnis investasi kelapa sawit dengan menjanjikan keuntungan hingga Rp7 miliar,” kata Henki.

Henki menjelaskan kronologi kasus tersebut berawal dari pertemuan tersangka F dengan korban EI terkait investasi kelapa sawit pada 12 Mei 2020 di salah satu warung dalam Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Keduanya sudah saling kenal sejak tahun 2010 silam.

“Saat itu mereka menjalin kerja sama bisnis getah karet, dan akhirnya bangkrut, sehingga pelaku terutang kepada korban sebesar Rp380 juta. Tetapi saat mereka bertemu, tersangka menjanjikan membayar utang sambil meminta bantuan modal, karena tersangka mempunyai bisnis baru yaitu jual beli kelapa sawit yang dikumpulkan dari masyarakat untuk dijualkan ke PT G, beralamat di Tanjung Morawa, Provinsi Sumatera Utara,” ujar Henki.

Menurut Henki, ketika itu tersangka mengiming-imingi korban bahwa apabila diberikan modal akan lebih cepat melunaskan utangnya, dan menjanjikan memberikan keuntungan kepada korban 10 persen. “Atas iming-iming tersebut korban tergerak hati dan memberikan modal pertama sebesar Rp27 juta. Selanjutnya, tersangka dan korban melanjutkan bisnisnya hanya melalui (komunikasi) via telepon, sehingga terjadi transfer dana yang dilakukan korban secara bertahap sebanyak 179 kali transaksi dengan nominal Rp2 juta sampai yang tertinggi sebesar Rp150 juta,” ungkapnya.

Untuk meyakinkan korban, kata Henki, tersangka menggunakan tujuh nomor sim card dengan mengaku sebagai orang yang berbeda, yaitu F (tersangka) sebagai orang yang dipercaya korban. Kemudian, R sebagai Direktur PT A (perusahaan sub ke PT G), W sebagai karyawan di PT G. Selanjutnya, Direktur PT Sintong, M sebagai bekingan F dalam menagih uang ke PT G dan E sebagai sepupu F sekaligus anggota di lapangan.

“Artinya, orang yang berbeda ini merupakan ulah tersangka yang menyamar sebagai orang lain, dengan menggunakan nomor telepon yang berbeda,” kata Henki.

“Dalam perjalanan waktu, korban curiga dan kemudian mengetahui telah tertipu, karena setelah waktu yang lama iming-iming pencairan uang bisnis kelapa sawit sebesar Rp7 miliar, nyatanya tidak ada pencairan. Lalu, korban mengecek perusahaan yang dikatakan oleh tersangka, yang ternyata hanya gudang kosong. Setelah korban menyadari bahwa bisnis yang dijanjikan tersebut tidak benar, kemudian korban membuat laporan ke Polres Lhokseumawe,” tuturnya.

Henki menyebut tersangka F dikenakan Pasal 378 KUHPidana terkait penipuan, juncto Pasal 372 tentang penggelapan, juncto Pasal 64 yakni perbuatan berulang, dengan ancaman empat tahun penjara.

“Kita mengimbau masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Lhokseumawe agar lebih berhati-hati dalam melakukan investasi, cek kembali kebenarannya. Sehingga tidak ada lagi korban penipuan berkedok investasi seperti ini,” ucap Henki.

Tersangka F kepada wartawan mengaku dirinya bersama korban sudah saling kenal sejak 2010 sebagai teman. “Modal yang selama ini saya minta kepada korban, saya pergunakan untuk membayar utang-utang di luar yang harus ditutupi,” ucap F.[]

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Edar Ganja, Seorang Kakek di Pidie Ditangkap Polisi

SIGLI - Seorang kakek berinisial B (60 tahun), warga Gampong Puuk, Kecamatan Delima, Kabupaten...

Normalisasi Sungai dan Drainase BPBD Pidie Kerahkan Enam Beko

SIGLI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mengerahkan enam alat berat ekskavator (beko)...

Habibi Inseun: Partai Buruh Aceh Konsisten Perjuangkan Hak Para Buruh

"Partai Buruh lebih bertekad dan berharap dapat mengisi parlemen, mendapat amanat dari rakyat, petani,...

Menyoal Komitmen Partai Lokal Aceh

Menurut lansiran laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, (akses Januari 2023) KPU telah menetapkan...

LSM Desak Pemko Lhokseumawe Tes Urine Semua Pejabat, Jangan Hanya Tenaga Kontrak

LHOKSEUMAWE - Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh mempertanyakan kebijakan Pemko Lhokseumawe yang...

PKK Subulussalam Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Penanggalan Timur

SUBULUSSALAM - Tim Penggerak PKK Kota Subulussalam menyerahkan bantuan sembako, pakaian layak pakai dan...

Sepuluh Anggota PPS Pidie Diganti, Ini Alasan Ketua KIP

SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie mengganti 10 anggota Panitia Pemungutan Suara...

Presiden Jokowi akan Kunjungi Aceh Utara, Korem Lilawangsa Gelar Apel Pasukan

LHOKSEUMAWE - Presiden RI, Joko Widodo, akan berkunjung ke Lhokseumawe dan Aceh Utara, Jumat,...

Tgk M Yunus Sambut Baik Pemberangkatan Umrah Melalui Bandara SIM

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fraksi Partai Aceh, Tgk. M...

Rakor CSR, Pj Wali Kota Lhokseumawe: Janji-Janji, Realisasinya Mana?

LHOKSEUMAWE – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, menunjukkan sikap tegas di hadapan perwakilan...

Ketua PKS Aceh: Semua Pihak Perlu Duduk Kembali, Rembuk UUPA

"Setahu saya, itu kan sudah disahkan oleh Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), tinggal, ya, kemudian...

MaTA Sorot Sejumlah Proyek APBN di Aceh Mangkrak, Bendungan Irigasi Hingga Rumah Susun Pesantren

BANDA ACEH – Masyarakat Transparasi Aceh (MaTA) menyoroti sejumlah proyek bersumber dari APBN tahun...

JASA Bireuen Nilai DPRA Bungkam Terkait Bendera Bintang Bulan

"Kami mempertanyakan, kami ingin DPRA memperjelas qanun bendera Aceh yang sudah disahkan oleh pemerintah...

Persaudaraan Aceh Seranto Sampaikan Dukacita Atas Gempa Turki

"Saya mewakili seluruh pengurus PAS Aceh meluangkan dukacita mendalam untuk korban gempa Turki dan...

PUPR Aceh Utara Paparkan Perjuangan Lahirnya Proyek Jembatan Sarah Raja, Balai Jalan Nasional Harus Tuntaskan

ACEH UTARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara merespons terkait...

Pengulu Desa Lestari Dipanggil Kejari Gayo Lues, Ini Kasusnya

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gayo Lues memanggil Pengulu (Kepala Desa) Lestari atas...

Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Diduga Mangkrak

ACEH UTARA - Warga Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh...

Anies Baswedan Disebut Utang Rp 50 Miliar ke Sandiaga Uno

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Terima Pengurus IDI, Ketua DPRK Diskusikan Stunting di Banda Aceh

BANDA ACEH - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar,...

Tekan Inflasi, Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah 5 Hari Berturut-turut di 5 Lokasi

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga...