25.5 C
Banda Aceh
Jumat, Desember 2, 2022

Polisi Ungkap Kasus Penipuan Pengurusan CPNS dan PPPK, Kerugian Korban Rp2,5 Miliar

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan berkedok penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) K2 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Total kerugian dialami para korban mencapai Rp2,5 miliar. Tersangka telah ditahan.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, dalam konferensi pers di Mapolres, Rabu, 27 Juli 2022, mengatakan pengungkapan kasus itu setelah kepolisian menerima laporan resmi dari para korban. Ada 22 orang yang menjadi korban dan membuat laporan resmi ke Polsek Banda Sakti dan Polres Lhokseumawe dengan latar belakang pekerjaan mulai dari PNS, tenaga honorer, wiraswasta, dan mahasiswa. Para korban ini berdomisili di wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Timur.

Henki menyebut tersangka yang diamankan dalam kasus tersebut berinisial AF (54), warga Lhokseumawe, oknum PNS di salah satu kantor kecamatan di lingkungan Pemko Lhokseumawe. Sedangkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebar di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara sejak tahun 2019 sampai Juni 2022.

Menurut Henki, modus operandi yang dilakukan tersangka AF bertepatan dengan adanya penerimaan CPNS K2 dan PPPK tahun 2019. Saat itu, kata Henki, AF mulai mencari orang yang mau diurus menjadi PNS dan PPPK. Berbekal profesinya sebagai PNS, kata Henki, AF dengan mudah meyakinkan korban bahwa dia bisa mengurus seseorang lulus PNS dan PPPK dengan menyerahkan sejumlah uang serta persyaratan administrasi.

“Jumlah uang yang diminta tersangka kepada korban untuk lulus menjadi PNS senilai Rp120 juta, dan untuk PPPK sebesar Rp35 juta per orang. Selain uang, para korban juga harus melengkapi sejumlah persyaratan administrasi seperti ijazah, KTP, KK, akte kelahiran, surat bebas narkoba, kartu kuning, serta SKCK. Tersangka juga menjanjikan akan segera menyerahkan SK, tergantung di mana mau ditempatkan,” ungkap Henki.

Tidak hanya itu, kata Henki, tersangka juga menyampaikan kepada para korban bahwa uang pengurusan dimaksud harus disetor ke BKN pusat di Jakarta, BKN Regional XIII di Banda Aceh, wali kota, dan kepala SKPK terkait di Pemko Lhokseumawe. Bahkan, kata Henki, untuk meyakinkan para korban, tersangka mengirimkan daftar usulan nama-nama calon PNS yang dibuatnya sendiri menggunakan komputer, seolah-olah daftar nama itu dibuat oleh pihak BKN Regional XIII Banda Aceh.

Menurut Henki, tersangka AF juga membuat surat perjanjian dengan para korban dan mencatut nama kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lhokseumawe, lengkap dengan stempel yang dibuatnya sendiri. Belakangan diketahui, kata Henki, tersangka tidak pernah melakukan pengurusan dan uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.

“Para korban mengalami kerugian dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp700 juta lebih. Total kerugian para korban mencapai Rp2,5 miliar,” ujar Henki.

Henki menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BKN Regional XIII Banda Aceh dan BKPSDM Lhokseumawe terkait penanganan kasus tersebut. “Kasus ini akan terus kita dalami dan kemungkinan masih banyak korban lain yang belum melapor,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka AF kini mendekam dalam sel tahanan Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe. Dia dijerat Pasal 378, Jo 372, Jo 64 KUHP, Jo 84 KUHAP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Adapun barang bukti diamankan dalam kasus tersebut, satu handphone android, dua buku tabungan Simpeda Bank Aceh dan BSI, 10 lembar kwitansi, 13 slip setoran bank, sembilan lembar surat perjanjian penyerahan dana, enam lembar bukti transfer mobile banking, 88 lembar print out rekening koran, print out daftar nama-nama usulan CPNS, dan sebuah stempel.

Kapolres Lhokseumawe mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku bisa mengurus lulus menjadi PNS maupun PPPK. Sebab, proses pendaftaran sampai pengumuman kelulusan dilakukan secara online.

Sementara itu, tersangka AF kepada para wartawan mengaku dirinya melakukan perbuatan itu karena tuntutan ekonomi, dan untuk membayar utang.

“Uang Rp2,5 miliar itu habis buat bayar utang. Cara meyakinkan orang (korban) itu saya sampaikan bisa mengurus. Saya tidak mengaku kepada mereka bahwa saya ada dekat dengan siapapun dalam hal pengurusan itu,” ujar AF.[](ril)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Berikan Bonus Atlet Peraih Medali Popda Aceh Barat, Ini Harapan Pj Bupati Pidie

SIGLI - Sebanyak 40 atlet dan pelatih Pidie peraih medali di Pekan Olahraga Pelajar...

PN Lhoksukon Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Monumen Samudra Pasai

ACEH UTARA - Pengadilan Negeri Lhoksukon memutuskan menolak permohonan praperadilan yang diajukan kuasa hukum...

Urang Tue dan Camat Terangun Usulkan Pj Pengulu Tongra dan Garut, Ini Namanya

BLANGKEJEREN - Urang Tue dan Camat Terangun, Kabupaten Gayo Lues, mengusulkan nama Pj. Pengulu...

Tingkatkan Pemberdayaan UMKM, PT PIM Raih Penghargaan dari Pupuk Indonesia

SURABAYA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperoleh penghargaan kontribusi peningkatan pemberdayaan Usaha Mikro...

Hari Ketiga Pekan Imunisasi Polio di Pidie Capai 47 Ribu Lebih, Ini Kecamatan Tertinggi

SIGLI - Hingga hari ketiga Pekan Imunisasi Polio di Kabupaten Pidie, mencapai 47.331 anak...

Pimpinan dan Anggota MPU Aceh Utara 2023-2027 Dikukuhkan, Ini Kata Pj Bupati Azwardi

LHOKSUKON - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi, AP., M.Si., menghadiri pengukuhan Ketua, Wakil Ketua,...

Pendaftar Try Out PPPK Membludak, KNPI Gayo Lues Pindahkan Lokasi

BLANGKEJEREN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gayo Lues terpaksa memindahkan lokasi Try...

Pj Bupati Aceh Utara Lepas Kontingen 15 Cabor ke Pora Pidie

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah, melepas keberangkatan kontingen 15 cabang...

Walkot Subulussalam Janjikan Bonus Rp10 Juta Peraih Medali Emas di PORA Pidie 2022

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E melepas keberangkatan kontingen Subulussalam...

Anggaran TPP Sampai Rp15 Miliar, Ketua DPRK Subulussalam: Laporan Kinerja Harus Real Jangan Manipulasi

SUBULUSSALAM - Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked mengatakan pemerintah memplotkan...

DPRK Sahkan APBK Kota Subulussalam Tahun 2023 Rp 686 Miliar

SUBULUSSALAM - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam menyetujui dan mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja...

Tim Dinas Pengairan Provinsi Turun ke Tanggul Sungai yang Rusak di Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Dinas Pengairan Aceh turun ke Kabupaten Aceh Utara, Ahad, 27 November...

Disiapkan Layani Atlet PORA XIV Pidie, Pj Bupati Tinjau Kesiapan Dua Rumah Sakit

SIGLI - Dua rumah sakit (RS) milik Pemerintah Kabupaten Pidie disiapkan melayani atlet dari...

Tiga Artis Aceh Penutup Parade Maestro Seudati di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Penampilan tiga artis Aceh, Jol Pase, Acun Lhok, dan Safira, menutup Parade...

Hadiri Rakornas Investasi 2022, Pj Wali Lhokseumawe Siap Ikuti Arahan Presiden

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, mengikuti pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

Ini Pagu Pokir Anggota DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam RAPBK 2023

LHOKSEUMAWE – DPRK Aceh Utara dan Lhokseumawe telah menyetujui alias ketuk palu Rancangan Qanun...

Kakanwil Kemenkumham Aceh Tunjuk Efendi Plt. Kalapas Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Drs. Meurah...

MaTA: Anggaran Titipan di BRA Rp13 Miliar Penting Dilidik dan Audit

BANDA ACEH - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta aparat penegak hukum menyelidiki (lidik) pengelolaan...

Imran Paparkan Kebijakan Pengembangan Lhokseumawe, saat jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia

JAKARTA - Pj. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, M.Si., MA.Cd., menjadi dosen tamu pada...