ACEH UTARA – Polres Aceh Utara menyikapi keresahan masyarakat terkait beredarnya foto sekelompok remaja yang menunjukkan senjata tajam di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon.

Foto remaja memegang pedang samurai (katana), celurit, dan sangkur itu beredar di media sosial atau grup whatsApp, Kamis, 18 Januari 2024 malam.

Lalu, Satreskrim Polres Aceh Utara berkoordinasi dengan Satpol PP dan WH Aceh Utara termasuk Satpol PP dan WH Lhokseumawe.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, melalui Kasat Reskrim AKP Novrizaldi, kepada wartawan, Jumat (19/1), mengatakan pihaknya telah memanggil orang tua para remaja itu dan kepala desa untuk mendampingi remaja tersebut ke Polres. Tujuannya untuk meminta klarifikasi dari remaja itu bahwa foto yang beredar tersebut bukanlah perbuatan kriminal yang membuat masyarakat resah.

“Apa yang kita lihat foto anak-anak remaja yang telah viral itu merupakan foto mereka tiga bulan lalu yang baru diviralkan kemarin (Kamis, 18/1) malam. Dan, itu telah ditangani oleh Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe karena sebagian ada remaja asal Lhokseumawe sehingga dilakukan pembinaan,” ujarnya.

“Kita juga mengamankan sebagian remaja itu, tujuh orang, yang diantar oleh orang tuanya kemari, untuk kita lakukan pembinaan serta membuat pernyataan bahwa itu hanya sebatas berpose saja, bukan untuk melakukan tindakan kriminal. Karena sebagian mereka ada yang asalnya dari Aceh Utara dan Lhokseumawe,” tambah Novrizaldi.

Menurut Novrizaldi, sejauh ini hasil pemeriksaan pihaknya diketahui bahwa mereka hanya membuat konten atau berpose dengan senjata tajam. Namun, perkumpulan remaja itu bukan begal. “Karena anak-anak itu tidak melakukan kekerasan di tengah masyarakat”.

“Nantinya kita akan membawa mereka ke pasantren untuk dilakukan pembinaan atau bimbingan rohani dan mental. Mereka memang belum melakukan tindakan kriminal, tapi hanya berpose dengan senjata tajam yang sudah kita amankan itu. Sehingga itu belum bisa dikatakan suatu peristiwa tindak pidana,” ungkap Novrizaldi.

Novrizaldi menambahkan pihaknya akan berkolaborasi dengan Satpol PP dan WH untuk patroli maupun turun ke sekolah-sekolah guna memberikan bimbingan kepada para pelajar supaya mereka jangan sampai ada yang terpengaruhi dengan kelompok-kelompok yang mengajak aktivitas tidak jelas.[]