Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaBerita Gayo LuesPolres Gayo Lues...

Polres Gayo Lues Gagalkan Penyeludupan Getah Pinus 1,8 Ton

BLANGKEJEREN – Penyelundupan dengan modus melakukan pengiriman barang dengan menggunakan mobil penumpang jenis L-300 berhasil terendus petugas Pos Perbatasan Rumah Bundar yang sedang berjaga merasa curiga terhadap mobil tersebut, saat diperiksa benar saja terdapat lebih kurang 1,8 ton getah Pinus tidak dilengkapi dokumen sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, diketahui bahwa yang mengemudikan mobil tersebut adalah B (35) warga Desa Kute Lintang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dan M (35) warga Desa Penampaan Uken Gayo Lues.

Dari pengakuan keduanya,  getah Pinus tersebut merupakan milik M, dan B hanya bertindak sebagai sopir. Berdasarkan hasil penyelidikan, M mengaku mendapatkan getah Pinus tersebut dengan cara membelinya dari seseorang berinisial PI warga Desa Penomon Jaya Kecamatan Rikit Gaib seharga Rp 11.500 dan berencana menjualnya ke Kota Binjai dengan cara menyewa angkutan milik B dengan upah Rp 1000/Kg.

Kapolres Gayo Lues AKBP Efrianza, S. I. K melalui Kasat Reskrim AKP Zhia UL Archam, S.I.K membenarkan Ikhwal penangkapan tersebut.

“Benar tadi malam ada 1 Unit Mobil L-300 yang mengangkut getah Pinus tanpa dokumen yang sah, dan saat ini pemilik, sopir berikut mobil dan barang bukti lain telah di bawa ke Polres Gayo Lues untuk proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Kasat Reskrim menjelaskan, dua orang itu ditangkap dikarenakan melakukan kegiatan pengangkutan dan atau jual beli hasil hutan bukan kayu (hhbk) berupa getah Pinus tanpa dokumen sah berupa Surat Keterangn Sah Hasil Hutan Bukan Kayu ( SKSHHBK) dan atau dokumen lainnya dari intasi terkait.

“Sehingga melanggar Pasal 130 Ayat 2 dan atau Pasal 68, Pasal 69 dan Pasal 84  Qanun Aceh Nomor 07 Tahun 2016 Tentang Kehutanan Aceh dengan ancaman  pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah),” kata Kasat Reskrim.

Selanjutnya Kasat Reskrim juga menghimbau kepada siapapun yang masih mencoba melakukan upaya-upaya penyelundupan dan atau perbuatan lain terkait dengan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) terutama getah Pinus, agar  tidak lagi melakukan perbuatan tersebut karena akan dilakukan penindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.[]

 

Baca juga: