Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaBerita PidieTabrakan Maut di...

Tabrakan Maut di Simpang Beutong, Enam Warga Aceh Barat Meninggal Dunia

SIGLI – Enam orang meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut antara truk 10 roda pengangkut CPO kontra Minibus Jazz, di Jalan Banda Aceh – Medan, tepatnya Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Jumat, 30 Desember 2022, sekira pukul 23:30 WIB.

Berdasarkan laporan Polres Pidie, hingga Sabtu, 31 Desember, terdata tujuh penumpang Jazz meninggal dunia, lima di antaranya meninggal di lokasi, sementara satu bayi dua tahun meninggal di rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Pidie, Iptu Mahruzal Hariadi, merincikan dari data korban meninggal, seluruhnya penumpang minibus Jazz. Dua di antaranya bayi berusia 2 tahun.

“Ada enam meninggal, dua orang luka berat dalam kejadian laka lantas kemarin,” kata Mahruzal Hariadi kepada portalsatu.com.

Kecelakaan maut itu terjadi, menurut Kasat, ketika truk berbadan besar dengan nomor polisi BL 8725 Al dikemudikan Bachtiar (41), warga Keumire, Aceh Besar, datang dari arah Banda Aceh menuju Medan. Setiba di lokasi kejadian, jalan menurun rem blong, sopir tidak mampu mengendalikan mobilnya hingga terbalik di badan jalan dan menimpa minibus Jazz BL 1644 WA, dikemudikan Junaidi (35), warga Pante Rue, Aceh Barat yang datang dari arah berlawanan dan menyebabkan mobil Jazz ringsek total.

“Semua penumpang minibus terkurung dan terjepit di dalam mobil sehingga menyebabkan meninggal dunia,” ungkap Kasat Lantas.

Adapun identitas korban meninggal dunia, Junaidi (sopir minibus), Mawardi (30), ASN, Asnani (48), IRT, Maisarah (30), dan dua bayi masing-masing Hanum Hamira dan Ahmad Dhia Ulhaq. Semua korban berasal dari Gampong Kuala Mayee, Panterue, Aceh Barat.

“Sementara dua orang luka berat, yakni sopir truk Bachtiar, kondisi patah tulang bagian pinggang, dan penumpang Jazz, Munawarah (28), guru mengalami luka berat. Saat ini korban luka dirawat di RSUZA Banda Aceh,” jelas Mahruzal Ariadi.[](Zamahsari)

Baca juga: