BANDA ACEH—Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Aceh resmi meluncurkan kurikulum pendidikan manajemen kebencanaan yang diawali dengan pelaksanaan workshop pendidikan manajemen bencana. Hal itu dikatakan Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, Ampera Miko, DNCom.,M.M., melalui siaran pers yang diterima redaksi, Minggu, 14 Agustus 2016.

Menurut Miko, kurikulum pendidikan manajemen kebencanaan ini merupakan tantangan sekaligus jawaban atas apa yang dibutuhkan masyarakat secara umum, khususnya Aceh yang kerap terjadi bencana alam.

“Kurikulum pendidikan manajemen bencana akan mengantarkan para mahasiswa lebih mengenal dan memiliki bekal pengetahuan kegawatdaruratan penanggulangan bencana. Ini adalah kebutuhan masyarakat kita di zaman sekarang, apalagi di Aceh,” ujarnya.

Sebelum kurikulum tersebut diluncurkan, para dosen, staf, dan mahasiswa Poltekkes terlebih dahulu diberikan workshop mengenai manajemen kebencanaan. Kata Miko, kampus yang berdiri sejak November 2001 itu sudah sangat siap melaksanakan kurikulum manajemen bencana.

“Kami sudah memiliki tujuh orang magister kebencanaan. Kampus kami juga didukung sarana fisik yang memadai, dan kami tertolong juga dengan beberapa situs kebencanaan seperti situs tsunami,” paparnya.

Agar kurikulum ini dapat berjalan maksimal seperti harapan, tambah Miko, pihaknya sudah menggelar workshop yang menghadirkan sejumlah stake holder seperti Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Seksi Penanggulangan Bencana dari Dinas Sosial Provinsi Aceh, Kantor Basarnas Banda Aceh, Tagana Provinsi Aceh, dan Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan.

“Usia kampus kami memang masih sangat belia. Jika dilihat dari hitungan tahun, mungkin kampus kami belum baligh, tetapi insyaAllah kami sudah siap menerapkan dan menjalankan kurikulum pendidikan bencana. Saat ini kami sudah memiliki 6 jurusan dan 15 program studi,” tutur Miko.[](ihn)