Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsPOSPERA Desak PT...

POSPERA Desak PT LCI Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

JANTHO – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) menilai tingkat pengangguran terbuka masih tergolong tinggi di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar.

“Hal itu salah satunya disebabkan masih rendahnya daya serap perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut terhadap tenaga kerja lokal,” kata Muhammad Ramadhan, MA, Dewan Pembina DPC POSPERA Aceh Besar ke portalsatu.com, Selasa, 19 Januari 2016.

Pernyataan ini disampaikannya menyikapi artikel berjudul, “Kondisi di Lhoknga: Buya Krueng Teudong-dong, Buya Tamong Meuraseuki” yang dimuat di portalsatu.com, Senin, 18 Januari 2016. Dalam artikel tersebut warga Lhoknga mengeluhkan kecilnya keterlibatan mereka di perusahaan semen PT Lafarge.

“Kami mendesak pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menyusun aturan daerah terkait ketentuan untuk meningkatkan persentase penggunaan jumlah tenaga kerja lokal dalam sebuah perusahaan yang beroperasi di Aceh Besar, agar perusahaan dapat lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dari kawasan tersebut,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, pada akhirnya akan mampu mengurangi pengangguran dan juga menjamin keadilan bagi warga lokal untuk bekerja di wilayah operasional suatu perusahaan.

“Kami juga berharap selain lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, pihak perusahaan juga bisa memberikan perhatian lebih kepada penduduk di Kecamatan Lhoknga dan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, dalam bentuk beasiswa pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi sehingga dengan sendirinya akan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Jika perlu harus ada program beasiswa khusus kepada penduduk lokal untuk dikuliahkan di bidang yang relevan dengan kebutuhan SDM di PT. LCI agar nantinya secara bertahap pihak perusahaan dapat terus meningkatkan penggunaan tenaga kerja lokal,” kata Muhammad Ramadhan.

Ia mengakui, selama ini memang ada beasiswa pendidikan untuk dua kecamatan tersebut. Namun sistem beasiswa yang sedang dijalankan oleh PT. LCI  saat ini tidak terkonsep untuk membangun SDA di daerah itu.

Hal tersebut dianggap penting agar penduduk lokal bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar sebagai kompensasi atas ekploitasi lingkungan yang dilakukan di kawasan tersebut. Selain itu juga, untuk mengantisipasi kecemburuan sosial yang pada akhirnya akan berdampak buruk pada perusahaan.

“Seharusnya PT. LCI merancang sistem pemberdayaan masyarakat yang profesional, bermutu dan berkualitas. Jikalaupun selama ini ada program beasiswa oleh PT. LCI, seharusnya program tersebut harus diatur secara profesional, terkonsep, terpedaya (?), dan terasa langsung oleh masyarakat,” ujarnya.[](tyb)

Baca juga: