LHOKSEUMAWE – Sebanyak 50 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara, diberangkatkan ke Provinsi Papua menggunakan KRI Banjarmasin-592 melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis, 29 Juli 2021.

Sebelumnya, untuk gelombang pertama pada 26 Juli 2021 sebanyak 200 prajurit TNI-AD itu telah ditugaskan ke Papua dengan keberangkatan pasukan menggunakan dua pesawat Hercules dari Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

Komandan Brigade Infranteri 25/Siwah,
Letkol Inf. M. Roni. Sulaeman, kepada wartawan, mengatakan gelombang kedua ini prajurit TNI yang diberangkatkan ke Papua menggunakan KRI Banjarmasin-592, sekaligus perlengkapan tambahan mereka yang dibawa dengan kapal tersebut. Tujuan pemberangkatan prajurit itu untuk melaksanakan tugas di Papua selama satu tahun guna menajaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan.

“Memang pada gelombang pertama sebelumnya sudah diberangkatkan berjumlah sekitar 200 prajurit melalui Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah. Kemudian, gelombang kedua ini ada 50 personel, dan sisanya nanti pada gelombang ketiga proses pemberangkatan mereka,” kata M. Roni di Pelabuhan Krueng Geukueh.

Menurut Roni, jumlah prajurit dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara secara keseluruhan yang ditugaskan ke Papua sekitar 400 personel. Mereka bertugas di sana menggantikan prajurit sebelumnya, dan tidak ada penambahan personel. Ini merupakan tugas rutin yang dilaksanakan sebelumnya oleh TNI di Papua dalam rangka menjaga perbatasan.

“Semua pasukan yang berangkat itu tentunya sudah melalui proses latihan, memang sudah siap untuk melaksanakan tugas. Tugas mereka di sana itu sesuai perintah atasan, yaitu menjaga keamanan di sana (Papua), menjaga wilayah perbatasan serta membatu masyarakat. Karena kita tahu bahwa medan (tempat) di sana sulit dalam rangka pembangunannya, maka tugas kita ikut membantu masyarakat serta memberikan rasa nyaman kepada mereka,” ujar M. Roni. Sulaeman.[]

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara, diberangkatkan ke Provinsi Papua menggunakan KRI Banjarmasin-592 melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Foto: Fazil