Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsPraktisi Hukum Asal...

Praktisi Hukum Asal Dewantara Minta Polres Lhokseumawe RJ-kan Perkara Pencurian di PIM

LHOKSEUMAWE – Muhammad Reza Maulana, S.H., praktisi hukum asal Dewantara, Aceh Utara, meminta pihak kepolisian bisa melaksanakan Restorative Justice (RJ) terhadap perkara pencurian yang diduga dilakukan putra asal Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara.

Ditahannya dua pemuda Tambon Tunong, MS dan MZ, oleh pihak kepolisian terkait kasus pencurian besi pagar bekas kompleks PT AAF yang kini menjadi aset PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), membuat sejumlah pemuda menggelar aksi di depan pintu masuk PIM, Selasa, 18 Januari 2022.

Dalam aksi itu, mereka meminta PIM memberikan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan kepada para pemuda lingkungan perusahaan. Sehingga para pemuda setempat diharapkan akan memiliki pekerjaan, atau tidak berbuat hal-hal negatif yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Aksi pemuda tersebut juga untuk menuntut supaya MS dan MZ dilepaskan.

“Aksi yang digelar oleh sejumlah tokoh dan pemuda di (depan pintu) PT Pupuk Iskandar Muda, memantik perhatian saya. Menurut saya, arahan Kapolri dalam pelaksanaan RJ dapat pula diterapkan dalam perkara tersebut,” ujar Muhammad Reza Maulana (MRM) dalam pernyataannya dikirim kepada portalsatu.com, Rabu, 26 Januari 2022.

“Memang benar adanya tindak pidana yang diduga dilakukan putra asal Tambon Tunong tersebut. Tetapi kiranya pertimbangan kondisi keluarga dan anak yatim dapat menggugah hati Direksi PT PIM untuk menyelesaikan kasus tersebut menggunakan mekanisme RJ,” tambah MRM.

Oleh karena itu, MRM juga meminta Kapolres Lhokseumawe untuk dapat mempertimbangkan hal tersebut. “Pertimbangan hukumnya adalah Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif,” ujarnya.

Informasi diterima MRM, penyidik telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pencurian itu kepada Kejaksaan. Namun, menurut MRM, sangat dimungkinkan dilakukannya RJ pada kasus tersebut berdasarkan norma hukum yang berlaku saat ini.

Pasalnya, kata MRM, berdasarkan Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2021 sebagai norma hukum yang baru, telah mereduksi norma yang ada di dalam SE Kapolri No. SE/8/VII/2018. Di mana RJ tetap dapat dilaksanakan dalam setiap tahapan dan proses hukumnya baik dalam penyelidikan maupun penyidikan di tingkat Kepolisian.

Di sisi lain, MRM berharap agar PT PIM juga semakin membuka diri untuk dekat dengan masyarakat, sehingga hal-hal tersebut tidak terulang kembali. “Namun proses ini juga diharapkan sebagai pengingat kepada masyarakat Dewantara khususnya, untuk mendapatkan kehidupan yang layak perlu perjuangan yang keras untuk menggapainnya. Yang penting jangan melanggar hukum, apalagi dengan cara-cara yang tidak halal, karena hasilnya juga tidak akan menjadi baik,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa pencurian itu adalah bentuk pelanggaran hukum di Indonesia, dan pelakunya dapat diproses secara hukum. “Jangan benarkan kesusahan kita sebagai pembenar melakukan suatu tindak pidana, karena jika mengulanginya maka kesempatan seperti ini sudah tidak mungkin untuk diterapkan kedua kalinya,” ujar MRM.

“Jadi, kami meminta kiranya Kapolres Lhokseumawe dapat mempertimbangkan pelaksanaan RJ dalam proses hukum tersebut. Dan, juga kami berharap PIM untuk dapat berbesar hati menyelesaikannya melalui mekanisme perdamaian guna mencapai keadilan restoratif bagi kedua belah pihak,” pungkas pengacara asal Dewantara ini.

Diberitakan sebelumnya, dua pemuda Gampong Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, berinisial MS (26) dan MZ (23) ditangkap polisi lantaran diduga mencuri besi pagar milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Sabtu, 15 Januari 2022, dini hari.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kapolsek Dewantara AKP Zaflaini dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 18 Januari 2022, mengatakan kedua pemuda itu ditangkap saat sedang mencuri pagar bekas PT AAF yang kini menjadi aset milik PT PIM. Lokasi kejadian di kawasan Gampong Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, dekat Rumah Sakit PT PIM.

“Pagar itu beton, tapi di dalam beton ada besi. Mereka merusak terlebih dahulu betonnya baru diambil besi di dalamnya. Yang diambil sekitar 1 kilogram kawat beronjong setelah dihancurkan pagar beton,” kata Zaflaini.

Menurut Zaflaini, mulanya MS dan MZ ditangkap Satpam ketika mereka sedang membongkar pagar. “Karena lokasi itu dekat dengan perumahan warga, saat dihancurkan beton menimbulkan bunyi sehingga ada warga yang terganggu. Kedua pelaku melakukan aksinya pada pukul 02.00 WIB dini hari sampai 05.00 WIB pagi,” ujarnya.

“Akhirnya dilaporkanlah kejadian itu ke Polsek Dewantara oleh Satpam sebagai pihak keamanan PT PIM,” tambah Zaflaini.

Baca: Dua Pemuda Ditangkap saat Curi Besi Pagar PIM

[](red)

Baca juga: