SUBULUSSALAM – Prasasti kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Subulussalam berada di Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam dikabarkan dirusak orang tak dikenal (OTK).

Informasi pengrusakan prasasti bukti sejarah peresmian gedung KNPI Kota Subulussalam itu baru diketahui, Senin, 27 September 2021 petang. Ketua KNPI Edi Sahputra bersama sejumlah pengurus pada Senin malam langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi prasasti yang sudah pecah lepas dari dinding.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian, karena itu menyangkut aset negara. Walaupun belum dalam bentuk laporan resmi, tadi malam kita sudah turun dengan pihak kepolisian ke lokasi untuk melihat barang yang rusak,” kata Edi Sahputra kepada portalsatu.com/, Selasa, 28 September 2021.

Menurut Edi, ini kasus kedua pengrusakan prasasti KNPI oleh OTK, sebelumnya peristiwa yang sama juga pernah terjadi. Saat itu prasasti lepas dari dinding dalam kondisi pecah terbelah tiga. Namun kembali diperbaiki oleh pemerintah dan dipasang kembali.

“Ini kasus yang kedua, dulu pernah juga lepas, waktu itu kondisinya pecah tiga, namun kembali diperbaiki oleh pemerintah. Kedua ini kondisinya pecah berkeping-keping,” kata Edi Sahputra menjelaskan.

Menurut Edi, pihaknya menduga pengrusakan prasasti sengaja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab sebagai bentuk provokasi, bertujuan membuat suasana di Kota Subulussalam tidak kondusif.

“Ini sipatnya provokatif, kalau ada oknum yang merusak kita masih berasumsi dugaan, kita berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus pengrusakan prasasti KNPI,” ungkap Edi Sahputra.

Terhadap kasus pengrusakan ini, Edi Sahputra mengimbau kepada pemuda di Kota Subulussalam agar tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, kasus pengrusakan aset negara ini sangat sensitif, maka pemuda harus bisa menahan diri, aksi ini hanya provokatif saja.

“Pemuda jangan mudah terprovokasi dengan kasus pengrusakan ini, karena hanya aksi provokatif saja,” pungkas Edi Sahputra.[]