ACEH BESAR – Muhajiburrahman, Head Marketing sabun cuci piring Mak Rah Pireng dari PT. Indoraya Karya Bangsa, mengatakan, produk sabun cuci piring Mak Rah Pireng telah memenuhi uji tes SNI pada tahun 2018 dan juga telah mendapatkan sertifikat halal.
Muha mengatakan, sabun biasa umumnya dibuat dengan ekstrak jeruk nipis atau lemon, namun sabun cuci piring Mak Rah Pireng menggunakan ekstrak belimbing atau sering disebut asam sunti.
Hal tersebut disampaikannya di acara Program Kerja sama sabun cuci piring Mak Rah Pireng, dengan Petani Asam Sunti di Aula Balai Gampong Lubok Gapuy, Aceh Besar, Jumat, 27 Juli 2018 petang.
“Hingga saat ini pabrik sabun yang beroperasi di Lhong Raya itu, baru mempekerjakan 12 karyawan, dan pemasarannya hampir tersedia di seluruh Kota Banda Aceh dan Aceh Besar,” katanya.
Muha mengatakan, dalam sebulan perusahaan itu kini mulai memerlukan pasokan 400 kilogram asam sunti untuk bahan baku produksi, dan ekstrak asam sunti adalah bahan bakunya yang hanya ada di Aceh. Dengan itu ia mengatakan untuk menjalankan industri itu maka pihaknya akan bekerjasama dengan kampung- klampung yang ada di Aceh.
“Hari ini kita mulai menjalin kerjasama dengan penduduk Gampong Lubok Gapuy, dalam hal penyediaan bahan baku asam sunti untuk produk sabun cuci piring Mak Rah Pireng,” kata Muha.
Terkait dengan alasan mengapa harus memilih Gampong itu untuk acara penyuluhan pertama, Muha mengatakan, dalam upaya mengenalkan produk sekaligus menjalin kerjasama, perusahaan sabun Mak Rah Pireng mencoba memilih Gampong Lubok Gapuy.
“Pertama mau dibuat di Indrapuri dan di Peukan Biluy, namun, karena masyarakatnya belum siap maka sosialisasi pertama terlaksana di Gampong Lubok Gapuy,” katanya.
Sampai saat ini, kata Muha, salah satu warung kopi terkenal di Kota Banda Aceh kini telah resmi menggunakan produk Mak Rah Pireng.
Saat ini, katanya, sabun tersebut masih dalam harga promo, untuk yang setengah liter dijual Rp: 9 ribu, dalam versi jerigen 5 liter Rp 50 ribu, karena harga perliter Rp10 Ribu.
Ia berharap bulan depan produk Mak Rah Pireng sudah bisa dijumpai di supermaket atau swalayan–swalayan. Sedangkan saat ini pihaknya sedang menanti datangnya kemasan-kemasan yang mereka pesan.
Sementara itu dalam penyuluhan tersebut Direktur PT. Indoraya Karya Bangsa Nur Anindia Setiyaningsih mengatakan, acara itu dilaksanakan bertujuan untuk menjalin kerjasama antara perusahaan dan masyarakat guna membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kota Banda Aceh, Aceh besar, dan Aceh.
Anindia menjelaskan tentang bagaimana asam sunti yang dibutuhkan perusahaannya.
“Asam sunti yang dibutuhkan adalah asam sunti yang masih basah, yang baru dua kali penggaraman atau penjemuran, tidak sampai kering, yang kadar airnya masih mengandung 30 sampai 60 persen,” katanya.
Wanita lulusan salah satu universitas di Berlin, Jerman itu, mengatakan ekstrak asam sunti, setelah melalui uji coba tes, adalah lebih efektif jeruk nipis, dan juga aman bagi tangan.[]





