JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produktivitas kopi nasional. Saat ini, angkanya hanya 700 kilogram per hektar per tahun.

“Kami targetkan provitas kopi mencapai 1,2 ton kilogram per hektare per tahun dalam waktu 10 tahun secara bertahap,” kata Direktur Tanaman Tahunan Dan Penyegar Ditjen Perkebunan Kementan Dwi Praptomo di Jakarta, Sabtu (15/10/2016).

Dwi menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan pengusaha kopi bersama Direktur Eksekutif Organisasi Kopi Internasional atau International Coffee Organization (ICO) Roberio Silva pada pameran dagang Trade Expo Indonesia 2016 di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Kata Dwi, produksi kopi dari petani Indonesia, saat ini lebih rendah dibanding Vietnam yang mencapai 1,2 ton kilogram kopi per hektar per tahun. “Produsen kopi kita itu 90 persen petani. Jadi usaha perkebunan kopi hampir tidak ada. Ini yang menyebabkan produktivitas kita rendah,” ungkap Dwi.

Untuk itu, Kementan berupaya meningkatkan produktivitas dengan melakukan intensifikasi, rehabilitasi tanaman rusak, serta peremajaan perkebunan kopi yang sudah tua dan tidak produktif.

 

Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan, lanjut Dwi, adalah peningkatan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para petani.

Pada saat bersamaan, Kementan juga berupaya meningkatkan mutu untuk produksi kopi speciality arabika, karena tren penikmat kopi arabika yang semakin banyak.

“Kopi arabika kita saat ini baru 26 persen, masih sedikit. Sementara robusta 74 persen. Karena pasar kopi arabika ini sangat bagus, maka kita ingin tingkatkan prosentasenya,” ujar Dwi.

Dengan demikian, Dwi berharap, produktivitas petani dalam menghasilkan kopi dapat meningkat dan mencapai target, dengan kualitas kopi yang sesuai dengan keinginan pasar dalam negeri maupun internasional. “Kami berharap kopi kita bisa semakin dicintai di dalam negeri dan di pasar internasional,” pungkasnya.[]Sumber:inilah.com