LHOKSEUMAWE – Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Apridar, merasa kecewa dengan sikap tidak tegas Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib terkait penentuan status Akademi Kesehatan (Akkes). Apalagi, saat ini perkara tersebut digiring menjadi isu perebutan aset.

Padahal, pada awal Februari 2017, bupati memohon kepada dirinya agar Akkes dikelola oleh Unimal.

“Tolong tulis! Waktu itu saya diundang ke pendopo oleh bupati Cek Mad, beliau memohon kepada saya agar Unimal menerima Akkes. Sebagai orang di dunia pendidikan, saya menerima permohonan itu dengan lapang dada, tapi kenapa sekarang seakan-akan Unimal ingin mengambil aset Akkes,” kata Apridar saat diwawacarai portalsatu.com di DPRK Aceh Utara, Jumat, 5 Mei 2017.

Namun, mantan Ketua Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) itu meyakini, sikap “plin-plan” Pemkab Aceh Utara saat ini bukan murni sikap dari Cek Mad.

“Saya ingat kata-kata beliau (Cek Mad-red) saat itu, bahwa bila surat dari Kemendagri tersebut tidak disikapi, maka ke depan akan muncul surat selanjutnya. Jelas waktu itu bupati gusar dan berharap Akkes menjadi bagian dari Unimal,” katanya.

Apridar meyakini, saat ini ada pihak-pihak lain yang sedang berusaha menjadi “pembisik-pembisik” di lingkaran orang nomor satu, di Aceh Utara itu. Sehingga, kata dia, usaha menyelamatkan masa depan pendidikan menjadi isu aset yang sarat kepentingan dan sangat politis.

Padahal, kata Apridar, pihaknya sudah menyusun skema terbaik apabila Akkes menjadi bagian dari Universitas Malikussaleh. Mulai dari peningkatan kelembagaan terakreditasi, dari prodi menjadi akademi, dari diploma menjadi strata-1, 2 sampai S-3.

Kemudian, para dosen juga akan mendapatkan jenjang karir. Hal lebih penting lagi, semua operasional dan kebutuhan yang selama ini menjadi beban Pemkab menjadi beban pemerintah pusat.

“Sekali lagi saya sarankan, tolong persoalan Akkes jangan dilihat dari sisi aset dan sisi kepentingan politis semata. Kita semua punya tanggung jawab besar menyelamatkan dunia pendidikan di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Sikap Unimal sangat jelas tidak ingin menjadi bagian dari pusaran kepentingan orang-orang tidak bertanggungjawab, bila Akkes diserahkan kami siap mengayomi,” kata Apridar.[]