SUBULUSSALAM – Progres pekerjaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kampong Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam mencapai 78 persen, diperkirakan tuntas pada Minggu pertama September mendatang.
“Saat ini progres pengerjaan program KOTAKU di Desa Subulussalam, sudah 78 persen,” kata Koordinator KOTAKU Kota Subulussalam, Eka Ariadi saat monitoring program KOTAKU di Desa Subulussalam, Senin, 23 Agustus 2021.
Didampingi Senior Fasilitator (SF) KOTAKU, Herizar Yanur dan Asisten Infrastuktur Noviansyah Said serta Camat Simpang Kiri, Rahmayani Sari Munthe, Eka Ariadi menjelaskan tujuan monitoring ini melihat langsung hasil pekerjaan yang dilaksanakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) seperti saluran drainase dan rabat beton serta item kegiatan lainnya.

Ia mengatakan program KOTAKU ini bersumber dari APBN 2021 masing-masing desa di Kota Subulussalam mendapat dana sekitar Rp 300 juta, termasuk Desa Subulussalam di wilayah Kecamatan Simpang Kiri. Dalam penerapannya sekitar 60-70 persen dana diperuntukkan ongkos kerja, sisanya program rebah ringan seperti saluran drainase dan rabat beton.
Kegiatan KOTAKU dilaksanakan sistem Cash For Work (CFW) merupakan bantuan tunai kepada masyarakat dalam bentuk upah tenaga kerja, yang diberikan oleh pemerintah untuk memulihkan perekonomian masyarakat di tengah Covid-19.
Asisten Infrastuktur Noviansyah Said menyebutkan hasil monitoring secara umum pelaksanaan kegiatan KOTAKU di Desa Subulussalam terlaksana dengan baik, hanya saja terdapat beberapa item pekerjaan kekurangan volume, dan segera dilakukan perbaikan.
Pekerjaan tersebut nantinya diserahkan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) masyarakat setempat agar melakukan pemeliharaan dan perawatan dengan mengaktifkan budaya gotong royong, agar infrastruktur yang sudah dibangun bisa bertahan lama.
"Harapan kita nanti program KOTAKU yang sudah dibangun dirawat, karena kegiatan yang sudah dibangun tanpa ada perawatan akan sia-sia," kata Senior Fasilitator KOTAKU, Herizar Yanur.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) KOTAKU, Desa Subulussalam, Subangun Berutu mengatakan ada 14 item pekerjaan fisik dilaksanakan di setiap dusun di Subulussalam meliputi kegiatan rehab ringan seperti saluran drainase rabat beton saat ini sedang berlangsung diperkirakan tuntas pada pekan pertama September mendatang.[]





