BANDA ACEH – Komunitas Alumnus Sekolah Hamzah Fansuri (ASHaF) Banda Aceh pimpinan Thayeb Loh Angen siap membahas tajuk kemajuan wisata Pulo Aceh untuk memajukan pulau yang diabaikan tersebut, dan segera menerbitkan sebuah buku untuknya.

Demikian kata Sekretaris ASHaF, Teuku Mukhlis, dalam pertemuan rapat kerja bulanan ASHaF, di kantin SMEA Lampineung, Senin malam 29 Februari 2016. Dalam pertemuan tersebut, kata Mukhlis, pihaknya siap untuk merilis sebuah buku tentang Pulo Aceh.

“Buku ini berisi pengalaman dan apa saja tentang Pulo Aceh yang kami ketahui selama mengikuti Kemah Sastra Hamzah Fansuri di sana, 20-23 Februari 2016,” katanya.

Ia mengatakan, buku itu nantinya berisi beragam tulisan seperti feature, esai, cerpen, dan puisi, serta foto-foto, untuk memperkenalkan Pulo Aceh kepada dunia.

“Semua peserta ASHaF akan mengisi buku ini, terutama yang ikut Kemah Sastra Hamzah Fansuri. Tulisan bersama itu dibukukan dan kita terbitkan, insya Allah pada Mei 2016, untuk mempromosikan Pulo Aceh lewat karya pemuda-pemuda ASHaF,” katanya.

Anggota ASHaF, Kausar, mengatakan, ASHaF merupakan sebuah kumpulan para muda berbakat yang pernah mengikuti pelatihan di  Sekolah Hamzah Fansuri.

“Sejauh ini umumnya anggota ASHaF terdiri dari berbagai kalangan ada dari mahasiswa UIN, dan ada yang dari Unsyiah, bahkan ada Alumnus dari Timur Tengah  yang bergabung bersama ASHaF,” katanya.

Anggota ASHaF, Evan, mengatakan, sebagai langkah awal, pihaknya siap mendobrak potensi wisata Pulo Aceh dalam karyanya nanti, untuk memperbaiki kelalaian pemerintah yang telah mengabaikan Pulo Aceh dan penduduknya.

“Kegiatan Kemah Sastra, menulis banyak tentang Pulo Aceh, dan kini menyusun buku, kami lakukan secara suka rela dengan uang meuripee (patungan), dan untuk menerbitkan dan meluncurkan nantinya, bagi Anda yang tertarik, boleh menawarkan diri jadi penerbit dan koordinator peluncuranya,” kata Evan.

Pengurus SHF, Muhajir, mengatakan, Sekolah Hamzah Fansuri didirikan Thayeb Loh Angen pada 2012 bersama Mirza Saputra dengan nama Institut Sastra Hamzah Fansuri, namun kemudian berhenti.

“Pada 2015, Thayeb Loh Angen membuka kembali organisasi tersebut yang sebelumnya diganti nama menjadi Sekolah Hamzah Fansuri, dimulai Kelas Sastra dan Perkabaran, saya ikut bantu menjalankannya. Dan pada 2016 Thayeb membuka kelas bicara di Depan Umum di SHF. Kemudian, para lulusan membentuk ASHaF,” katanya.[]

Laporan Mustakim Al Bachtiary, anggota ASHaF (Alumnus Sekolah Hamzah Fansuri), mengikuti acara Kemah Sastra Hamzah Fansuri, 20-23 Februari 2016, Pulo Aceh, Aceh Besar.